JEJAK KAKI Hujan deras membasahi tanah Suara halilintar menggelegar Kilauan cahaya kilat menerangi Kampung yang terlelap tidur Mati lampu dan kegelapan malam “bangun, bangun, bangun” “Ayah bunda kan berangkat ke pasar” “Awas hati-hati turun dari ranjang” Banjir! Banjir! Banjir! Kulihat kepergian Ayah Bunda Yang terlihat hanya setengah badan Tangan merayap ke tihang-tihang pagar Ketika datang kilau cahaya kilat Sayup-sayup terdengar sampai telinga “Bapak – Ibu awas hati-hati terbawa arus sungai cigadung” “Ayo ke sini naik becak!” “Alhamdulillah.......” “Ku lihat adikku-adikku” Mereka masih terlelap tidur “Ku sorot jam dinding dengan batre” “Oh baru jam 02.30 malam”
JEJAK KAKI
BalasHapusHujan deras membasahi tanah
Suara halilintar menggelegar
Kilauan cahaya kilat menerangi
Kampung yang terlelap tidur
Mati lampu dan kegelapan malam
“bangun, bangun, bangun”
“Ayah bunda kan berangkat ke pasar”
“Awas hati-hati turun dari ranjang”
Banjir! Banjir! Banjir!
Kulihat kepergian Ayah Bunda
Yang terlihat hanya setengah badan
Tangan merayap ke tihang-tihang pagar
Ketika datang kilau cahaya kilat
Sayup-sayup terdengar sampai telinga
“Bapak – Ibu awas hati-hati terbawa arus sungai cigadung”
“Ayo ke sini naik becak!”
“Alhamdulillah.......”
“Ku lihat adikku-adikku”
Mereka masih terlelap tidur
“Ku sorot jam dinding dengan batre”
“Oh baru jam 02.30 malam”