Jumat, 23 November 2012

LIA EDEN DALAM PERSFEKTIF TEOLOGI MAKALAH DIBUAT SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MENGIKUTI UAS MATA KULIAH PENDEKATAN STUDI ISLAM DOSEN : Dr. ILMAN NAFIA,M.Ag. Disusun oleh : Oleh : Asep Yusup Zaeni,S.Ag. NIM : 14114310029 PAI/SMT I INSTITUT AGAM ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012 KATA PENGANTAR Seraya memanjatkan puji syukur kehadirat Ilahy Rabby, Al-hamdulillah makalah dengan judul “Lia Eden dalam persfektif Teologis” dapat kami selesaikan pada waktu Ujian Awal Semester I prodi PAI di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2012. Dalam kesempatan ini, kami sampaikan ucapan terima kasih, kepada : 1. Ayah dan Ibunda tercinta atas do’a, motivasi dan wawasan keIslaman dengan nilai-nilai fundamental dan tradisional agar ananda tercinta tetap ikhlas dalam menuntut ilmu dengan imbalan surga fisabilillah di kampung akherat kelak. 2. Anak dan istri tersayang yang selalu mendorong dan memberikan dana talangan transport serta menyelesaikan administrasi keuangan, sehingga al-hamdulillah walaupun terasa letih intelektual, mental dan fisik akan tetapi kelembutan dan kasih sayang yang tulus dapat menggelorakan semangat untuk dapat menyelesaikan study. 3. Rekan-rekan senasib dan sepenanggungan yang sama-sama berharap bertambah wawasan keislaman dan dapat menyelesaikan tugas-tugas makalah dari dosen, semoga Allah meridloi jejak langkah kita. Di awali dari sebuah tawaran dari Dr. Ilman Nafia,M.Ag. untuk membuat makalah tentang Lia Eden dalam Persfektif Teologis, maka saya mencoba menelaah literatur tentang Lia Eden, baik melalui buku-buku di perpustakaan, koran, you tube Lia Eden serta artikel untuk dapat melengkapi penulisan makalah sehingga sesuai denggan apa yang diharapkan. Menulis tentang Eden, saya berusaha bersikap adil baik dari pandangan Hak Asasi Manusia maupun dari sisi teologis, dikarenakan dalam pendekatan HAM secara individu manusia bebas untuk memilih agama dan kepercayaannnya masing-masing, tentu saja ajaran dan peribadatan yang dilakukan oleh Lia Eden tidak terdapat pelanggaran dan hal itu dibenarkan oleh Undang-undang Dasar 1945. Akan tetapi bila dilihat dari kacamata teologi, Islam memberikan satu justifikasi yang tidak dapat diganggu gugat bahwa khotaman nabiyyin itu adalah Nabi Muhammad sebagai Rosul dan utusan terakhir. Polemik antara ummat beragama termasuk didalamnya Islam dengan Lia Eden semakin menguat, manakala Lia Eden membuat fatwa untuk membubarkan agama Islam. Hal ini merupakan suatu fatwa hukum yang bertentangan dengan negara dikarenakan di negara Indonesia Islam merupakan salah satu agama yang di akui oleh Pemerintah. Demikian penulis dalam mengantarkan sebuah pengantar, mudah-mudahan dapat dimengerti oleh semua fihak. Cirebon, Juli 2012 Penulis I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.....................................................................................................I DAFTAR ISI................................................................................................................. II BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH............................................................ i B. RUMUSAN MASALAH .....................................................................viii C. TUJUAN PENULISAN .......................................................................viii D. MANFAAT PENULISAN.....................................................................viii BAB II BIOGRAFI SINGKAT LIA EDEN A. BIOGRAFI LIA EDEN....................................................................................1 B. PENGAKUAN BERTEMU MALAIKAT JIBRIL................................................12 BAB II I ROSULULLOH SEBAGAI KHATAMAN NABIYYIN A. PENGERTIAN KHATAMAN NABIYYIN..........................................................5 B. MULTI TAFSIR KHATAMAN NABIYYIN........................................................6 BAB IV SISTIM PERIBADATAN LIA EDEN A. KOMUNITAS LIA EDEN MIRIP DENGAN SEKTE...........................................9 B. IMAM MAHDI MENURUT AJARAN ISLAM................................................10 BAB V LIA EDEN DALAM PERSFEKTIF TEOLOGI A. PENGEMBARAAN MENCARI KEBENARAN................................................12 B. TIADA TUHAN SELAIN ALLAH MUHAMMAD UTUSAN ALLAH..................13 BAB VI PENUTUP A. KESIMPULAN ...................................................................................14 B. SARAN-SARAN..................................................................................14 DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................III II BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Hidup di alam dunia memang tidak ada yang mutlak dan kebenaran tidak bisa bersifat tunggal, semuanya masih relatif dan kebenaran itu masih bersifat nisbi, kita mengenal teori evolusi Charles Darwin, yang mempunyai hipotesis bahwa manusia berasal dari kera, dikarenakan ada kemiripan antara manusia dengan kera. Teori evolusi ini dipelopori oleh seorang ahli zoologi bernama Charles Robert Darwin (1809-1882). Dalam teorinya ia mengatakan : "Suatu benda (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak sempurna menuju kepada kesempurnaan". Kemudian ia memperluas teorinya ini hingga sampai kepada asal-usul manusia. Menurutnya manusia sekarang ini adalah hasil yang paling sempurna dari perkembangan tersebut secara teratur oleh hukum-hukum mekanik seperti halnya tumbuhan dan hewan. Kemudian lahirlah suatu ajaran(pengertian) bahwa manusia yang ada sekarang ini merupakan hasil evolusi dari kera-kera besar (manusia kera berjalan tegak) selama bertahun-tahun dan telah mencapai bentuk yang paling sempurna.Tetapi dalam hal ini Darwin sendiri kebingungan karena ada beberapa jenis tumbuhan yang tidak mengalami evolusi dan tetap dalam keadaan seperti semula. Walaupun pernyataan Darwin dalam bukunya yang berjudul "The Origin of Species" dapat dikatakan sukses besar karena membahas masalah yang menyangkut asal usul manusia, namun hal ini hanyalah bersifat dugaan belaka. Tentu saja teori dari Charles Darwin itu di tolak oleh Ummat Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, tentang surat al-Baqarah,2:30, yaitu : i                      •          30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Tafsir Allah Ta'ala memberitahukan ihwal pemberian karunia kepada Bani Adam dan penghormatan kepada mereka dengan membicarakan mereka di al-Mala'ul A'la, sebelum mereka diadakan. Maka Allah berfirman : "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat." Maksudnya, hai Muhammad, ceritakanlah hal itu kepada kaummu. "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Yakni, suatu kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, "Dialah yang menjadikankamu sebagai khalifah-khalifah di bumi." (Faathir ayat 39) Itulah penafsiran khalifah yang benar, bukan pendapat orang yang mengatakan bahwa Adam merupakan khalifah Allah di bumi dengan berdalihkan firman Allah, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Abdur Razaq, dari Muammar, dan dari Qatadah berkata berkaitan dengan firman Allah, "Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi orang yang akan membuat kerusakan padanya." Seolah-olah Allah memberitahukan kepada para malaikat bahwa apabila di bumi ada makhluk, maka mereka akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana. Perkataan malaikat ini bukanlah sebagai bantahan kepada Allah sebagaimana diduga orang, karena malaikat disifati Allah sebagai makhluk yang tidak dapat menanyakan apa pun yang tidak diizinkan-Nya. Ibnu Juraij berkata bahwa sesungguhnya para malaikat itu berkata menurut apa yang telah diberitahukan Allah kepadanya ihwal keadaan penciptaan Adam. Maka malaikat berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya?" Ibnu Jarir berkata, "Sebagian ulama mengatakan, 'Sesungguhnya malaikat mengatakan hal seperti itu, karena Allah mengizinkan mereka untuk bertanya ihwal hal itu setelah diberitahukan kepada mereka bahwa khalifah itu terdiri atas keturunan Adam. Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan padanya?" ii Sesungguhnya mereka bermaksud mengatakan bahwa di antara keturunan Adam itu ada yang melakukan kerusakan. Pertanyaan itu bersifat meminta informasi dan mencari tahu ihwal hikmah. Maka Allah berfirman sebagai jawaban atas mereka, "Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" yakni Aku mengetahui kemaslahatan yang baik dalam penciptaan spesies yang suka melakukan kerusakan seperti yang kamu sebutkan, dan kemaslahatan itu tidak kamu ketahui, karena Aku akan menjadikan diantara mereka para nabi, rasul, orang-orang saleh, dan para wali. Akan tetapi walau pun dibantah melalui kitab suci al-Qur’an bahwa manusia pertama adalah Adam dan diciptakan dari tanah sebagaimana firman Allah dalam surat al-Hijir,15:26 yang berbunyi :        •  26. Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dalam Qur’an surat Ar-Rahman,55 : 14, berbunyi       14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, Kemudian dalam surat Shaad,38:71-72 yang berbunyi :                     71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". 72. Maka apabila Telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". iii Tetap saja rupanya, karena ilmu pengetahuan Alam dengan sub mata pelajaran Biologi diajarkan diseluruh dunia, diantaranya tentang teori evolusi Charles Darwin, sedangkan mata pelaran PAI tentang manusia diciptakan dari tanah dan manusia pertama adalah Adam AS, hanya diajarkan untuk ummat Islam di sekolah, di madrasah, di majlis ta’lim, di mesjid artinya bersifat parsial dan sektarian, maka dunia akademisi lebih mempopulerkan hypotesa charles Darwin daripada kebenaran mutlak dari kitab suci termasuk didalamnya al-Qur’an. Lalu bagaimanakah dengan Lia Eden, sekalipun sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan, namun wahyu, ajaran dan peribadatan Lia eden sampai sekarang masih tetap lestari, hal ini merupakan suatu pekerjaan bagi bangsa Indonesia dan ummat Islam pada khususnya dikarenakan komunitas Lia Eden pun mendapatkan pembelaan dari Forum Murtadin di Indonesia, yang mencoba menetralisir pola gerakan dan peran Lia Eden dengan tujuan menolak segala bentuk arabisasi demi tegaknya Indonesia yang berbhineka tunggal ika. Inilah diantaranya pembelaan yang dilakukan oleh Forum Murtadin Indonesia yang saya ambil dari blogger mereka : LIA EDEN MUHAMMAD Lia Aminuddin atau lebih dikenal sebagai Lia Eden (lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 21 Agustus 1947) adalah pemimpin kelompok kepercayaan bernama Kaum Eden yang kontroversial. Ibunya bernama Zainab, dan bapaknya bernama Abdul Ghaffar Gustaman, seorang pedagang dan pengkhotbah Islam aliran Muhammadiyah. Pada umur 19 tahun, Lia menikah dengan Aminuddin Day, seorang dosen di Universitas Indonesia dan dikaruniai empat orang anak. Pada awalnya dia adalah seorang ibu rumah tangga yang menempuh pendidikan hanya sampai jenjang SMA dan sebelumnya mempunyai profesi sebagai perangkai bunga bahkan pernah mempunyai acara tampilan khusus mengenai merangkai bunga di TVRI. Menurut Lia, peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu dia melihat sebuah bola bercahaya kuning berputar di udara dan lenyap sewaktu baru saja ada di atas kepalanya. Hal ini terjadi sewaktu dia sedang bersantai dengan kakak mertuanya di serambi rumahnya di Senin pada 1974. Menurutnya lagi, peristiwa ajaib kedua yang telah megubah prinsip hidupnya berlaku pada malam 27 Oktober 1995 kala dia sedang sholat. Pada masa itu, dia telah merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda yang mengaku dirinya sebagai Jibril pada waktu itu. Setelah itu Lia Eden mengaku dia menerima bimbingan Malaikat Jibril secara terus menerus sejak 1997 hingga kini. Selama dalam proses pembimbingan itu, ia mengatakan bahwa Malaikat Jibril menyucikan dan mendidik Lia Eden melalui ujian-ujian sehari-hari yang sangat berat, termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat atas perintah Jibril. Proses penyucian itu menurut ia sangat berat dan tak pernah berhenti hingga kemudian Tuhan memberinya nama Lia Eden sebagai pengganti namanya yang lama. Di dalam penyuciannya, ia mengatakan bahwa Tuhan menyatakan Lia Eden sebagai pasangan Jibril sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci sebelumnya. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Tuhan sebagai sosok surgawi-Nya di dunia. Selain menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril, dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit. Dia juga telah mengarang lagu, syair dan juga buku sebanyak 232 halaman berjudul, "Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir" yang ditulis dalam waktu 29 hari. Pada 1998, Lia menyebut dirinya Imam Mahdi yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Selain itu, dia juga memanggil dirinya Bunda Maria, ibu dari Yesus Kristus. Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah Yesus Kristus. Agama yang dibawa oleh Lia ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut pada awal diajarkannya. Penganut agama ini terdiri dari para pakar budaya, golongan cendekiawan, artis musik, drama dan juga pelajar. Mereka semua dibaptis sebagai pengikut agama Salamullah. Karena Lia merupakan seorang penulis dan pendakwah yang handal, maka ia bisa meyakinkan orang mengenai kebenaran dakwahnya. Pada bulan Desember 1997, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah ini karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan kebenaran mengenai ajaran Islam. Kumpulan ini lalu membalas balik dengan mengeluarkan "Undang-undang Jibril" (Gabriel's edict) yang mengutuk MUI karena menganggap MUI berlaku tidak adil dan telah menghakimi mereka dengan sewenang-wenang. Kumpulan Salamullah ini juga terkenal karena serangannya terhadap kepercayaan masyarakat Jawa, mengenai mitos Nyi Roro Kidul yang didewakan sebagai Ratu Laut Selatan. Pada tahun 2000, agama Salamullah ini diresmikan oleh pengikut-pengikutnya sebagai sebuah agama baru. Agama Salamullah mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir tetapi juga mempercayai bahwa pembawa kepercayaan yang lain seperti Buddha Gautama, Yesus Kristus, dan Kwan Im, dewi pembawa rahmat yang disembah orang Tionghoa, akan muncul kembali di dunia. Sejak 2003, kumpulan Salamullah ini memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar adanya. Kumpulan yang diketuai Lia Eden ini kini dikenal sebagai Kaum Eden. Kotham atau yang lebih dikenal dengan Muhammad (lahir di Mekah, pada 20 April atau 29 Agustus, 570) adalah pemimpin kelompok kepercayaan bernama Islam yang kontroversial. Ibunya bernama Aminah, dan bapaknya bernama Abdullah, seorang Kuncen Kabah (penjaga kabah) yang mendapatkan penghidupan dari orang2 yang menyembah patung2 di Kabah Mekah. Pada umur 25 tahun, Muhammad menikah dengan Khadijah, seorang janda yang merupakan pengusaha wanita terkaya di Mekah. Pada awalnya dia adalah seorang pemuda miskin yang tak punya apa2. Yang kemudian bekerja sebagai pembantu di bisnis Khadijah. Kehidupan Muhammad berubah setelah sang majikan mengangkat dirinya sebagai suami. iv Menurut Muhammad, peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu ia mengaku ada dua orang berpakaian putih datang padanya dengan baskom emas penuh salju, kemudian membelah tubuhnya dan mengambil gumpalan hitam lalu mencuci jantung dan tubuhnya dengan salju. Menurutnya lagi, peristiwa ajaib yang sangat berpengaruh dalam merubah prinsip hidupnya berlaku di suatu malam dibulan Ramadhan ditahun 610 kala dia sedang bersemedi di Gua Hira. Pada masa itu, dia mengaku bertemu dengan makluk gaib, yang kemudian menginjak dadanya hinggak sesak sebanyak tiga kali. Karena begitu takutnya, Muhammad lari kerumah dan menemui istri serta Waraqah, saudara sepupunya. Waraqahlah yang kemudian mengatakan bahwa makluk gaib itu adalah Malaikat Jibril. Selama dalam proses pembimbingan itu, ia mengatakan bahwa Malaikat Jibril menyucikan dan mendidik Muhammad melalui ujian-ujian sehari-hari yang sangat berat, termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat atas perintah Jibril. Proses penyucian itu menurut ia sangat berat dan tak pernah berhenti hingga kemudian Allah memberinya gelar sebagai utusan dan rasul Allah. Di dalam penyuciannya, ia mengatakan bahwa Allah menyatakan Muhammad sebagai Nabi sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci sebelumnya. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Allah sebagai pembimbing manusia dan para jin ke jalan yang benar. v Selain menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril, dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan mujizat. Dia juga telah mengarang buku yang merupakan versi Arab dari beberapa kitab seperti Taurat, dan Injil Nestorian. Buku ini kemudian disebut dengan Al Quran, diselesaikan dalam kurun waktu kurang lebih 20 tahun. Muhammad juga menyebut dirinya Nabi terakhir yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk menjadi suri teladan dan rahmat bagi semesta alam. Selain itu, dia juga menganggap nabi2 Yahudi seperti Musa, Idris dan Yusuf, sebagai saudaranya. Muhammad juga mengatakan Yesus Kristus adalah hakim yang akan mengadili manusia pada saat kiamat nanti. Agama yang dibawa oleh Muhammad ini hanya berhasil mendapat kurang lebih 70 penganut selama 13 tahun pada awal diajarkannya di Mekah. Penganut agama ini terdiri dari para budak, golongan rendahan, yang menggantungkan hidupnya pada kekayaan Muhammad. Karena Muhammad merupakan seorang pendakwah yang handal, maka ia bisa meyakinkan orang mengenai kebenaran dakwahnya. vi Kaum penyembah berhala di Mekah telah melarang dan mengucilkan para pengikut Rasulullah ini karena ajarannya dianggap telah mencela dan menghina kepercayaan masyarakat Mekah. Bahkan agama Rasulullah ini mengajarkan untuk membenci ayah, ibu dan saudara2 mereka sendiri jika mereka belum mengikuti Islam. Kumpulan ini kemudian hijrah ke Medinah, lalu membalas balik dengan merampoki para pedagang Mekah yang telah melarang perkumpulan ini. Pengikut Rasulullah ini juga terkenal karena serangannya terhadap kepercayaan Nasrani, mengenai peristiwa kematian dan penyaliban Yesus Kristus, serta konsep ketuhanan yang ada pada diri Yesus. Kumpulan Perampok yang bermarkas di Medinah ini semakin lama semakin besar setelah sukses dalam beberapa perampokan, baik terhadap para pedagang Mekah, ataupun perampokan terhadap masyarakat Yahudi Medinah. Setelah berhasil merampok dan menguasai tanah Arab, kelompok ini melebarkan sayapnya untuk menguasai negara2 tetangganya seperti Iran, Mesir dan Turki. Sejak itu, pengikut Rasulullah memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah salah, dan hanya Islamlah satu2nya agama yang diakui Allah, oleh karenanya siapapun yang tak mau mengakui agama ini harus diperangi. Kepercayaan yang dibawa Muhammad ini kini dikenal sebagai Islam. vii Bagi saya pribadi, dan Insya Allah Ummat Islam khususnya di Indonesia tidak setuju dengan tulisan berupa pembelaan dari forum murtadin Indonesia, dikarenakan utusan Allah yang terakhir kalinya sebagai nabi penutup tiada lain dan hanya satu-satunya yaitu Nabi/Rosul Muhammad SAW. Namun rupanya seperti Ahmad Musaddeq yang mengaku dirinya sebagai seorang Nabi, wacana tentang Nabi masih dapat diperdebatkan dikarenakan khataman nabiyyin menurut faham Ahmad Musaddeq dan juga Ahmadiyyah bukan penutup para nabi akan tetapi dapat diartikan cincin para nabi. Agar lebih detail mengupas tentang Lia eden, saya akan mencoba menjelaskan sebagaimana muslim pada umumnya melalui makalah dengan judul “Lia Eden dalam Persfektif Teologi”mulai dari biografi, ajaran dan peribadatan Lia eden kemudian bantahan-bantahan dari penulis tentang kenabian Lia Eden. B. RUMUSAN MASALAH Adapun perumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Siapakah Lia eden itu? 2. Bagaiamana pengertian khataman nabiyyin itu ? 3. Bagaimana faham dan peribadatan Lia Eden ? 4. Bagaiamana Lia Eden dalam Persfektif Teologi ? C. TUJUAN PENULISAN Sedangkan tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Mengenal biografi singkat Lia Eden 2. Mencoba menelusuri pengertian khataman nabiyyin 3. Mengetahui faham dan peribadatan Lia Eden. 4. Mengetahui tinjauan Lia Eden dalam persfektif Teologi D. MANFA’AT PENULISAN Dan manfaat dalam penulisan makalah ini, yaitu : 1. Dapat mempelajari biografi singkat Lia Eden 2. Dapat mengetahui pengertian khataman nabiyyin 3. Dapat memeahami faham dan peribadatan Lia eden 4. Dapat memahami tinjauan Lia Eden dalam Persfektif Teologi viii BAB II BIOGRAFI SINGKAT LIA EDEN A. BIOGRAFI LIA EDEN Sedikit sekali literatur tentang riwayat hidup Lia Eden, bila Rosululloh kita mengetahui riwayat hidupnya semenjak bayi hingga wafat, maka Lia Aminuddin (baca; Lia Eden) dikenal oleh masyarakat secara luas setelah ia dewasa. Ada perbedaan jenis kelamin antara Rosul yang diutus oleh Rosul sejak zaman nabi Adam sampai dengan khataman Nabiyyin Muhammad SAW dengan Lia Eden yang berjenis kelamin Perempuan. Dan hal ini sebagaimana kita ketahui mufassirin menjelaskan sebagaimana bunyi firman Allah dalam al-Qur’an, surat al-anbiyya,21:7, yaitu :                 7. Kami tiada mengutus Rasul Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada Mengetahui. Di dalam tafsir Al-Jami” li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurtubi dijelaskan bahwa firman Allah SWT, “Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu, melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka“, sebagai jawaban atas argumentasi para orang kafir yang meragukan kenabian Muhammad SAW. Mereka mencemooh bahwa Muhammad SAW itu sama saja dengan manusia biasa. Tidak ada kelebihan apapun, sehingga tidak perlu diikuti ajarannya. Maka Allah SWT turunkan ayat ini yang membandingkan antara nabi Muhammad SAW dengan para nabi terdahulu. Di mana para nabi terdahulu itu sama saja dengan beliau SAW, sama-sama manusia biasa. Hanya saja mereka mendapatkan wahyu dari Allah SWT. Disebutkan ”beberapa laki-laki” untuk menunjukkan bahwa para nabi terdahulu tidak lain juga manusia, sebagaimana Muhammad SAW juga manusia. Tapi yang membedakan, para nabi terdahulu dan juga Muhammad SAW mendapatkan wahyu dari Allah. Ayat ini menegaskan bahwa nabi itu bukan malaikat, karena disebutkan dengan kata ”laki-laki, yang menunjukkan bahwa mereka adalah dari jenis manusia. 1 Firman-Nya: Fas”alu ahlaz-zikri (tanyakan kepada ahli zikri). Apabila para orang kafir itu masih belum bisa menerima argumentasi ini, silahkan saja mereka bertanya kepada ahluz zikri. Sufyan menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan ahlaz-zikri adalahpara ahli Taurat dan Injil yang telah beriman kepada nabi Muhammad SAW (sudah masuk Islam). Disebut mereka itu ahluz-zikri (makna zikr adalah mengingat), karena mereka paham dan mengerti betul kisah para nabi terdahulu yang belum dikenal oleh bangsa Arab. Dan para kafir Quraisy memang terbiasa bertanya kepada ahli Taurat dan Injil tentang nab-nabi terdahulu. Di sini Allah menegaskan kembali untuk bertanya kepada mereka bila belum tahu. Sedangkan untuk informasi Lia Eden kami peroleh data dari wikipedia bahasa Indonesai secara singkat biografinya adalah sebagai berikut : Lia Aminuddin atau lebih dikenal sebagai Lia Eden (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 21 Agustus 1947; umur 64 tahun) adalah pemimpin kelompok kepercayaan bernama Kaum Eden. Ibunya bernama Zainab, dan bapaknya bernama Abdul Ghaffar Gustaman, seorang pedagang dan pengkhutbah Islam aliran Muhammadiyah. Pada umur 19 tahun, Lia menikah dengan Aminuddin Day, seorang dosen di Universitas Indonesia dan dikaruniai empat orang anak. Pada awalnya dia adalah seorang ibu rumah tangga yang menempuh pendidikan hanya sampai jenjang SMA dan sebelumnya mempunyai profesi sebagai perangkai bunga bahkan pernah mempunyai acara tampilan khusus mengenai merangkai bunga di TVRI. B. Pengakuan Bertemu dengan Malaikat Jibril Menurut Lia, peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu dia melihat sebuah bola bercahaya kuning berputar di udara dan lenyap sewaktu baru saja ada di atas kepalanya. Hal ini terjadi sewaktu dia sedang bersama dengan kakak mertuanya di serambi rumahnya di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada 1974. Menurutnya lagi, peristiwa ajaib kedua yang telah mengubah prinsip hidupnya berlaku pada malam 27 Oktober 1995 kala dia sedang bersantai. Pada masa itu, dia telah merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda yang kemudian mengaku dirinya sebagai Jibril pada waktu itu. Setelah itu Lia Eden mengaku dia menerima bimbingan Malaikat Jibril secara terus menerus sejak 1997 hingga kini. 2 Selama dalam proses pembimbingan itu, ia mengatakan bahwa Malaikat Jibril menyucikan dan mendidik Lia Eden melalui ujian-ujian sehari-hari yang sangat berat, termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat atas perintah Jibril. Proses penyucian itu menurut ia sangat berat dan tak pernah berhenti hingga kemudian Tuhan memberinya nama Lia Eden sebagai pengganti namanya yang lama. Di dalam penyuciannya, ia mengatakan bahwa Tuhan menyatakan Lia Eden sebagai pasangan Jibril sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Tuhan sebagai sosok surgawi-Nya di dunia. Bila kita amati dari pengakuan Lia Eden tentang menerima wahyu, tentu hal ini merupakan pengakuan yang bersifat kontroversial, dan marilah kita bahas tentang wahyu ini, tentu saja dalam persfektif Islam. Wahyu adalah petunjuk dari Allah yang diturunkan hanya kepada para nabi dan rasul. Etimologi Etimologinya berasal dari kata kerja bahasa Arab وَحَى (waḥā) yang berarti memberi wangsit, mengungkap, atau memberi inspirasi. Dalam agama Islam Dalam syariat Islam, wahyu adalah qalam atau pengetahuan dari Allah, yang diturunkan kepada seluruh makhluk-Nya dengan perantara malaikat ataupun secara langsung. Kata "wahyu" adalah kata benda, dan bentuk kata kerjanya adalah awha-yuhi, arti kata wahyu adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat. Selanjutnya dijelaskan lebih dalam bahwa pengertian makna wahyu meluas menjadi beberapa makna, diantaranya adalah sebagai: • Perintah • Isyarat, seperti yang terjadi pada kisah Zakaria           •                 10. Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah Aku suatu tanda". Tuhan berfirman: "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat". 3 11. Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang. • Ilham secara kodrati dan insting Ustad Muhammad Abduh mendefinisikan wahyu di dalam Risalah at-Tauhid adalah pengetahuan yang didapat oleh seseorang dari dalam dirinya dengan disertai keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah melalui perantara ataupun tidak. Penerima wahyu • Malaikat[1] • Nabi dan rasul[2] • Orang-orang beriman: o Hawa istri Adam o Sarah istri Ibrahim o Dzul Qarnain[3] o Yukabad ibunda Musa,[4] pendapat lain mengatakan namanya adalah Yuhanaz Bilzal.[5] o Asiyah ibunda angkat Musa o Maryam ibunda dari Isa[6] o Pengikut Isa[7] • Makhluk lainnya: o Hewan[8] o Langit ketujuh[9] o Bumi[10] Dari pengertian di atas, kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa wahyu hanya diberikan kepada Nabi/Rosul, orang-orang beriman dan makhluk lainnya. Sedangkan untuk Lia Eden al-Qur’an tidak memberikan informasikan secara tertulis bahwa Lia Eden akan mendapatkan wahyu kenabian dan mendapat tugas sebagai seorang Rasul. Di zaman yang sudah rasional, dengan adanya pengakuan seperti Lia Eden, tidak seharusnya terjadi, mengingat presentasi penggunaan akal antara zaman sekarang dengan zaman purba jelas berbeda, bila zaman paleolithicum (zaman batu tua), mesolithicum (zaman pertengahan) dan neolithicum (zaman batu muda) saat itu manusia membutuhkan nuansa spiritual sehingga muncul kepercayaan animisme dan dinamisme, yang menuhankan roh nenek moyong dan benda-benda yang dianggap keramat. Maka diutuslah Nabi/Rosul sebagai penyelamat aqidah dan tauhid kaum pada waktu itu. Namun bila zaman millenium sekarang ini muncul maka kehidupan manusia dalam mode sudah modern tapi dalam keyakinan mlebihi manusia purba kebodohonnya. 4 BAB III ROSULULLOH SEBAGAI KHOTAMAN NABIYYIN A. PENGERTIAN KHOTAMAN NABIYYIN Pengakuan Lia Eden bahwa ia telah menerima wahyu, lantas kemudian ia mengaku sebagai seorang Nabi/Rosul tentu saja menimbulkan polemik dalam persfektif hukum positif di Indonesia, dikarenakan penutup para Nabi/Rosul adalah Nabi Muhamad tidak ada lagi sesudahnya. Maka tak heran bila penyelesaian ajaran Lia Eden ditempuh dengan jalur hukum. Baiklah agar kita dapat meyakini bahwa Nabi Muhammad sebagai Rosul yang terakhir di utus oleh Allah SWT dan lantas kemudian timbul silang pendapat dan ada pendapat berbeda dengan fenomena munculnya berbagai Nabi palsu, kita bahas secara komprehensif. Saya mencoba mendalami literatur dari Ahmadiyah, dari beberapa blogger tentang khataman nabiyyin menurut pemahaman atau pun keyakinan mereka, ternyata ada pemahaman keilmuan yang keliru pengertian dari khataman nabiyyin itu, sehingga menimbulkan sebuah komunitas baru dengan kelompok keagamaan yang mengklaim bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi bukan pembawa syaria’at, Imam Mahdi sebagai pertanda akhir zaman, dengan kitab suci Tadzkirah. Namun perlu di ingat dalam makalah ini saya bukan menelaah tentang Ahmadiyah, akan tetapi Lia Eden yang mempunyai persfektif yang sama dikarenakan di abad modern sekarang ini masih ada saja muncul nabi-nabi baru. Menurut versi Ahmadiyah berawal dari turunnya Q.S. al-ahzab,33:40, yaitu : •           •        40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu. [1223] Maksudnya: nabi Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, Karena itu janda aZaid dapat dikawini oleh Rasulullah s.a.w. Asbab an-Nuzul dari Q.S. al-ahzab,33:40 merupakan sebuah koreksi dari Allah SWT terhadap kebiasaan kaum kuffar Quraisy kala itu, yang mempunyai tradisi secara turun temurun bahwa anak tiri atau anak angkat statusnya seperti anak sendiri. Adanya justifikasi dari Allah SWT yang menghalalkan pernikahan yang dilakukan oleh Rosululloh dengan hadrat Siti Zainab janda dari Zaid, merupakan sebuah kemulyaan dari ajaran Islam, bahwasannya Islam memandang pernikahan itu bukan dari asfek biologis semata yang terpenting tersalurkannya kepuasan Sex masing-masing pasangan. 5 Akan tetapi dari sudut pandang teologi bahwa pernikahan itu merupakan ikatan perkawinan yang syah dari syari’at Islam untuk melakukan hubungan sosial kemasyarakatan, sehingga kedudukan wanita itu dapat lebih terhormat dan ada yang menlindungi selaku khalifah dalam kehidupan berumah tangga. B. MULTI TAFSIR KHATAMAN NABIYYIN Namun yang menjadi masalah dari ayat di atas untuk pemahaman mengenai pernikahan Rosululloh dengan hadrat Siti Zainab antara ummat Islam dan Ummat ahmadiyah terjadi kesepakatan, tetapi untuk bunyi khataman nabiyyin terjadi multi tafsir, menurut klaim dari Ahmadiyah bahwa khataman nabiyyin itu artinya “cincin/stempel kenabian” dan memang Muhammad adalah Nabi/Rosul syari’at yang terakhir sebagai penutup para Rosul. Sedangkan nabi yang ma’rifat masih terus akan bermunculan sampai akhir zaman untuk melanjutkan risalah kenabian yang telah disampaikan oleh Muhammad sebagai Rosul yang terakhir. Sabda Nabi Muhammad saw. kepada Hadhrat Umar r.a. : اِطْمَئِنَّ يَاعُمَرَ فَاِنَّكَ خَاتَمُ الْمُهَاجِرِيْنَ فىِ الْهِجْرَةِ كَمَااَنَا خَتَمُ النَّبِيِّيْنَ فىِ النُّبُوَّةِ. Artinya: “Tenangkanlah hatimu wahai Umar, sesungguhnya engkau adalah khatam orang-orang yang berhijrah, sebagaimana aku adalah khatam nabi-nabi”. (Kanzul Umal, Juz VI, halaman 178). Sabda Nabi saw. kepada Ali r.a. : اَنَا خَاتَمُ اْلاَنْبِيَاءِ وَاَنْتَ يَاعَلِيُّ خَاتَمُ اْلاَوْلِيَاءِ. Artinya: “Aku adalah khatam nabi-nabi dan engkau wahai Ali khatam wali-wali” (Tafsir Safi dibawah ayat khataman nabiyyin) Perkataan khatam juga berarti cincin. Cincin adalah perhiasan bagi para nabi-nabi. Di sini kita salinkan pendapat ahli tafsir tentang perkataan khatam tadi itu: ) – ص صَارَكَالْخَاتَمِ لَهُمُ الَّذِى يَخْتِمُوْنَ بِهِ ويَتَـزَيَّنُوْنَ بِكَوْنِهِ مِنْهُمْ. (تقسير فتح البيان, جلد Artinya: “Adalah ia (Nabi Muhammad saw.) itu seperti cincin bagi mereka (para nabi-nabi), dan mereka berperhiasan dengannya, karena beliau salah seorang dari golongan mereka”(Tafsir Fathul Bayaan, jilid VII, halaman 286). 6 اَلْخَاتَمُ بِمَعْنىَ الزِّيْنَةِ مَأْخُوْذٌ مِنَ الْخَاتَمِ الَّذِى هُوَزِيْنَةٌ لِلاَبِسِهِ. (مجمع البحار) Artinya : “Khatam berarti perhiasan berasal dari khatam (cincin) yang menjadi perhiasan bagi pemakainya”. Dari sudut pandang kajian filsafat kebenaran yang terdapat di alam dunia ini memang tidak lah mutlak dan tidak lah bersifat tunggal, akan tetapi relatif dan transenden, hal ini memang wajar, apalagi dilindungi oleh Hak Asasi Manusia dan UU 1945 yang membolehkan adanya kebebasan untuk menyatakan pendapat yang tercantum dalam pasal 27 ayat 1 dan 2, dan Allah SWT sendiri menciptakan lawan, siang malam, pagi sore dan seterusnya. Hal yang wajar menurut anggapan ahmadiyah, atau pun mungkin pula bagi pengikut Ahmad Musaddeq dan juga Lia Eden menurut pengikutnya yang merasa membutuhkan figur ditengah kegalauan zaman kemudian menjadi pengikut setia komunitas sesat yang menurut anggapan mereka menjadi juru penyelamat di muka bumi. Ditambah lagi dengan adanya penafsiran dari Ahmadiyah bahwa jika Ibrahim putra Rosululloh tidak wafat hasil pernikahan Rosul dengan Maria Qibtiyah lantas Rosul bersabda bahwa jika usia nya panjang akan menjadi nabi yang benar pada hal Q.S. al-ahzab,33:40 diturunkan lima tahun sebelumya, berarti ada peluang setelah Rosul wafat untuk menjadi seorang “nabi”. Sungguh merupakan anggapan yang keliru. 1. Umayyah bin Abi Salt dalam Kitab Diwan hal 24 menulis mengenai Khaataman nabiyin : “Dengannya (Rasulullah saw) telah dicap/stempel para nabi sebelum maupun sesudahnya”. 2. Abu Ubaidah (wafat 209 H) ketika mengomentari Khair Al Khawatim dalam Naqa’id ibn Jarir dan Faradzaq tentang rasulullah saw sebagai khaataman nabiyyin : “Nabi saw adalah Khaatam al Anbiya, yaitu sebaik-baik para nabi”. 3. Abu Riyash Ahmad Ibrahim Al Qaisi (wafat 339 H) dalam mengomentari kitab Hasyimiyyat karangan Al Kumait berkata : “Barang siapa mengatakan Khaatim al anbiya, maka ia adalah dengannya para nabi di cap/stempel, dan barang siapa yg mengatakan Khaatam al anbiya, maka ia adalah sebaik-baik para nabi. Dikatakan” Fulan khaatam kaumnya”, yakni ia adalah terbaik dari antara mereka”. 4. Allamah Al Zarqani menulis dlm Syarah Al Mawahib Al Laduniyah Juz III, hal 163, bahwa jika khatam dibaca dengan baris di atas ta sebagaimana tersebut dlm Al Qur’an (al ahzab 40), maka artinya : “sebaik-baik para nabi dlm hal kejadian dan dalam hal akhlak”. 7 5. Imam Mulla Ali al Qari menulis dlm kitabnya Al Maudhu’at hal.59 tentang Khaatam Al Nabiyyin : “Tidak akan datang lagi sembarang nabi yg akan memansukhkan agama Islam dan yg bukan dari umat beliau”. 6. Syekh Abdul Qadir Al Jaelani r.a. dalam Kitab ” Al Insanul Kamil” cetakan Mesir, bab 33, hal 76 menulis : “Kenabian yg mengandung sya’riat baru sudah putus. Nabi Muhammad adalah “Khaataman nabiyyin”, ialah karena beliau telah membawa syari’at yg sudah sempurna dan tiada ada seorang Nabi pun dahulunya yg membawa syariat yg begitu sempurna”. 7. Ibnu Khuldun telah menulis dalam mukadimah tarikh-nya hal 271 : “Bahwa ulama-ulama Tasawuf mengartikan “Khaataman Nabiyyin” begini; yakni Nabi yg sudah mendapat kenabian yg sempurna dalam segala hal”. 8. Syekh Abdul Qadir Al Karostistani r.a. menulis : ” Adanya beliau saw Khaataman nabiyyin maknanya ialah sesudah beliau tidak akan ada nabi diutus dengan membawa syariat lain”. (Taqribul Muram, jld 2, hal 233). Hal ini sebagaimana ditulis dalam blogger Jamluddin Feeli . Dari pendapat di atas dapat diambil sebuah kesimpulan, bahwa Rosululloh sebetulnya oleh pengikut ahmadiyah sendiri di akui sebagai Rosul yang terakhir hanya menurut anggapan mereka disepakati dalam hal syari’at, maka fenomena munculnya Lia Eden dan Ahmad Musaddeq itu adalah sebuah kebenaran yang harus pula diakui oleh ummat Islam diantaranya. Pertanyaannya adakah nabi ma’rifat? Dikarenakan Mirza Gulam Ahmad juga mempunyai kitab suci yaitu tadzkirah, dan Lia Eden sendiri dengan duduk disinggasananya kerajaannya mengaku menerima wahyu dari Tuhan atas perantara Malaikat Jibril dan membentuk sebuh kelompok ritual terbaru yaitu Salamullah. Jadi bukan untuk melanjutkan tugas kenabian Rosululloh seperti yang diperankan oleh Khulafaur Rasyidin, Tabiat tabi’in, waliyullah dan para alim ulama, anehnya malah mempunyai fatwa untuk membubarkan agama Islam. Firaun Mesir sekalipun selaku Raja, hanya mampu mengusir dan membenci Nabiyullah Musa As dari tanah Mesir, tapi tetap mempunyai rasa takut akan kebenaran agama yang diemban risalahnya oleh Nabiyullah Musa As. Lia Eden malah lebih berani dengan fatwa nya yang jelas menyinggung perasaan ummat Islam. 8 BAB IV SISTIM PERIBADATAN LIA EDEN A. KOMUNITAS LIA EDEN MIRIP DENGAN SEKTE Tak jelas, sistim peribadatan Lia Eden itu, hanya yang kita ketahui, semacam upacara ritual keagamaan seakan-akan atas perintah Tuhan mereka, sebagai salah satu cara penghambaan manusia terhadap al-Khaliq. Dalam ajaran Islam ibadah dibagi dua mahdloh dan ghoiru mahdloh, ada sistem muamalah dan ada pula sistem syari’ah, ada urusan keduniaan dan ada pula urusan ke akhiratan. Bila urusan keduniaan “antum a’lamu bi umuriddunyakum” sedangkan untuk urusan akhirat harus “Atiulloha wa Athiurrosula” sehingga kita mesti “Sami’na wa ato’na”. Sedangkan untuk Lia Eden mirip sebuah sekte. Dalam Religion in Secular Society, Bryan R Wilson menuturkan bahwa sekte terepresentasikan dalam strata partikular, yang mana para anggota kelompoknya merasa tidak diakomodasi secara keagamaan dan barangkali secara sosial . Menurut wilson, ada empat ciri umum dari kemunculan sekte dalam setiap tradisi agama. Pertama, dari segi ajaran, biasanya berbeda dari doktrin agama yang telah disepakati. Kedua, mereka biasanya memiliki pemimpin-pemimpin karismatik yang menuntut ketaatan mutlak. Ketiga, memiliki kecenderungan untuk merasa lebih benar dari kelompok lain. Keempat, ”terpanggil” untuk menyelamatkan dunia. Keyakinan mereka, bahwa dengan kelompoknya itu, kehidupan manusia akan selamat (Wilson, 1996: 181-182). Meski secara religius anggota sekte adalah kelompok luar, dalam mengikuti kesetiaan terhadap pemimpinnya mereka berupaya mencapai level meticulous conformity dengan nilai dan praktik. Karena sifatnya elastis menurt Wilson perkembangan sekte bersifat variatif (Wilson, 1996: 196-197). Dan untuk Lia Eden walaupun menurut anggapan mereka bukanlah sekte, akan tetapi secara normatif dapat diukur sistem peribadatan mereka mirip sebuah sekte dengan tipologi introvesionis, manipulasionis dan thaumaturgical. Disebut introversionis, karena kelompok mereka berkelompok dan membentuk ghetto sehingga terkesan tertutup dengan lingkungan luar. Sementara disebut manipulasionis karena gerakannya sudah tidak lagi berakar pada tradisi agama tertentu, bahkan boleh dibilang jauh dan bukan lagi tafsir dari suatu tradisi agama. Model thaumaturgical bisa dinisbatkan kepada mereka, sebab kelompok Lia Eden merupakan dari gerakan pemahaman keagamaan bersifat spiritual. Itulah kelompok Lia Eden sebagaimana pemahaman sekte menurut Wilson di atas. Sudah tahu salah mengapa tetap diikuti, anekdot seperti itu seakan-akan menyindir perasaan kita selaku masyarakat gemenschaaft, yaitu masyarakat agraris yang masih menyelesaikan persoalan-persoalan kekinian diselesaikan dengan pola pemikiran rasional dan irrasional, disekitar masyarakat kita lebih percaya petuah mbah Dukun keramat untuk mengusir roh jahat yang ada dalam perut si anak dari pada ke Dokter untuk mengobati penyakit lambung. Ironis tapi itu lah fakta. Aneh tapi nyata. 9 B. IMAM MAHDI MENURUT AJARAN ISLAM Hasil riset doktoral Marzani Anwar (Peneliti Utama Bidang Agama dan Kemasyarakatan pada Balai Litbang Agama Jakarta) terhadap ritual penyucian komunitas Eden, riset kualitatif yang mengangkat judul “Ritual penyucian pada Komunitas Eden”mengatakan dalam proses penyucian, calon peserta menyadari sendiri banyak dosa kepada manusia, alam semesta dan kepada Tuhan. Mereka melakukan pengakuan dosa dituntun Abdul Rahman selaku Imam Mahdi, menyebutkan dosa-dosanya dan berjanji tidak melakukan dosa lagi. Diahadapan majelis penyucian, mereka duduk bersila di atas altar putih diruangan penyucian, yang ditaburi hiasan pernak-pernik melambangkan keindahan dan kebersihan . Selesai peserta mengucap sumpah, Lia Eden memberikan pesan moral yang isinya berkisar pentingnya pertaubatan, kepasrahan dan keikhlasan meniti jalan Tuhan. Prosesi pertaubatan di atas bila kita kembali mengingat bagaimana Umar Ibnu Khatab masuk Islam setelah mendengar lantunan ayat suci al-Qur’an yang dibacakan oleh adiknya Waraqah, Umar pun langsung tersayat hatinya, dituntun oleh Rosululloh dan dihadapan para sahabat Rosul, Umar pun membaiat dirinya mengucapkan dua kalimah syahadat, kemudian dengan penuh keberanian di Pasar dengan lantang ia meneriakkan untuk membela Rosululloh dan panji-panji Islam. Tidak ada Imam Mahdi, dikarenakan Imam Mahdi yang dalam hadits shoheh adalah Nabi Isa yang melanjutkan risalah Rosul juga tidak mengklaim mengikuti komunitas Eden atau pengikut Salamullah. Kalau Lia Eden menugaskan Abdul Rahman sebagai Nabi Isa, kemudian Ahmadiyah mempunyai keyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi. Apa Allah keliru dalam mengutus risalah kenabian Isa pada akhir zaman, sehingga ada beberapa nama Imam mahdi, sebaiknya perlu kita kritisi bersama-sama. Kemudian dalam Islam sahabat Rosul kala itu belum terdidik, berbeda dengan komunitas Eden, ada yang berfrofesi sebagai dosen, wirausaha, PNS dan sebagainya, jelas mereka merupakan masyarakat terdidik yang seharusnya dalam amal ibadah pun mereka sudah tidak meragukan lagi kerasulan Nabi Muhammad SAW bahkan kita selaku muslim tetap meyakini bahwa sholat kita mengikuti perintah Rosul dan sesungguhnya sholatku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Allah, karena kita menyakini betul bahwa Allah SWT yang dapat menyelamatkan hidup kita diakhirat kelak. Do'a Iftitah Do'a Iftitah 01 أللَّ‍هُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً Alloh Maha Besar dengan segala kebesarannya. Segala puji bagi Alloh. Maha Suci Alloh dipagi dan petang hari (HR. An-Nasa'iy II/125) 10 Do'a Iftitah 02 وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ. Kuhadapkan jiwa ragaku pada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan mengakui kebenaran serta berserah diri, dan tidaklah aku termasuk golongan orang-orang yang musyrik إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Alloh Tuhan semesta alam لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ. tiada sekutu bagiNya karena dengan itu aku diperintah. Dan ketahuilah sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim رواه والبيهقى ( الأذكار ص42 ) (HR. Al-Baihaqy II/8) lihat kitab Al-Adzkaar An-Nawawy halaman 42 Dengan demikian kita mempunyai keyakinan لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ.kita sebagai muslim berserah diri, pasrah dan tunduk kepada perintah Allah SWT dan kita pun siap untuk ta’at atas perintah yang Allah berikan kepada kita. Tiada sekutu bagi-Nya, tidak sesuatu pun yang dapat menyamainya.                 •   1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. 2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, 4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." Ketaatan kita selaku muslim tidak hanya kepada Allah SWT saja tetapi mutlak pula secara ihkhlas kita harus meyakini dan mengamalkan untuk ta’at kepada Rosul Allah Muhammad SAW.                                59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. 11 BAB V LIA EDEN DALAM PERSFEKTIF TEOLOGI A. PENGEMBARAAN MENCARI KEBENARAN HAKIKI Jika kita ingat kontemplasi yang dilakukan oleh Rosululloh di Gua Hira, adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh Muhammad untuk dapat mencari solusi dari persoalan zaman jahiliyyah yang terkungkung oleh kemusyrikan dan kemaksiatan yang sudah berakar dan sangat sulit untuk disembuhkan keyakinannnya, karena sudah mentradisi secara turun temurun. Demikian pula apa yang dilakukan oleh Ahmad Musaddeq dan Lia Eden, jahiliyyah di abad millenium ini sudah sangat mengkhawatirkan sehingga suku-suku Inca dan Aztex di Amerika pun meramalkan dalam kalender kuno nya bahwa tahun 2012 ini akan kiamat. Kalau zaman Rosul bila suatu kaum musyrik kepada Allah, oleh Allah SWT langsung dimusnahkan agar mereka meyakini bahwa لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah, akan tetapi dengan penuh kasih sayang walaupun sudah ditawarkan oleh Malaikat Jibril, dengan penuh kearifan Nabi Muhammad SAW menolak untuk diturunkan adzab kepada ummat nya. Ia menganggap dikarenakan kaum kuffar Quraisy pada waktu itu dikarenakan belum faham Agama Islam. Dan kalau kita feed back perjalanan Nabi Ibrahim, saat mencari Tuhan yang abadi, namun semuanya fatamorgana dan kamuflase belaka, baik itu gunung, bulan maupun matahari, karena timbul tenggelam dan fana. Maka dibalik itu semua ada yang menciptakan dari suat Dzat yang bersifat kekal, Dia lah Allah SWT. Allah SWT adalah suatu Dzat yang wajib kita sembah, suatu Dzat yang wajib kita patuhi dan jauhi segala rintangannya. Ada beberapa ayat al-Qur’an yang menjelaskan kepada kita menyembah Allah SWT dan kepada Rosul-Nya. Diantaranya, Q.S. an-Nahl:36.     •         •    •              36. Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[82

LIA EDEN DALAM PERSFEKTIF TEOLOGI
MAKALAH DIBUAT SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MENGIKUTI UAS
MATA KULIAH PENDEKATAN STUDI ISLAM
DOSEN : Dr. ILMAN NAFIA,M.Ag.


Disusun oleh :
Oleh : Asep Yusup Zaeni,S.Ag.
NIM : 14114310029
PAI/SMT I








INSTITUT AGAM ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI
CIREBON
2012
KATA PENGANTAR



   
Seraya memanjatkan puji syukur kehadirat Ilahy Rabby, Al-hamdulillah makalah dengan judul “Lia Eden dalam persfektif Teologis” dapat kami selesaikan  pada waktu Ujian Awal Semester I prodi PAI  di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2012.
    Dalam kesempatan ini, kami sampaikan ucapan terima kasih, kepada :
1.    Ayah dan Ibunda tercinta atas do’a, motivasi dan wawasan keIslaman dengan nilai-nilai fundamental dan tradisional agar ananda tercinta tetap ikhlas dalam menuntut ilmu dengan imbalan surga fisabilillah di kampung akherat kelak.
2.    Anak dan istri tersayang yang selalu mendorong dan memberikan dana talangan  transport serta menyelesaikan administrasi keuangan, sehingga al-hamdulillah walaupun terasa letih  intelektual, mental dan fisik akan tetapi kelembutan dan kasih sayang yang tulus dapat menggelorakan semangat untuk dapat menyelesaikan study.
3.    Rekan-rekan senasib dan sepenanggungan yang sama-sama berharap bertambah wawasan keislaman dan dapat menyelesaikan tugas-tugas makalah dari dosen, semoga Allah meridloi jejak langkah kita.
Di awali dari sebuah tawaran dari Dr. Ilman Nafia,M.Ag. untuk membuat makalah tentang Lia Eden dalam Persfektif Teologis, maka saya mencoba menelaah literatur tentang Lia Eden, baik melalui buku-buku di perpustakaan, koran, you tube Lia Eden serta artikel untuk dapat melengkapi penulisan makalah sehingga sesuai denggan apa yang diharapkan.
Menulis tentang Eden, saya berusaha bersikap adil baik dari pandangan Hak Asasi Manusia maupun dari sisi teologis, dikarenakan dalam pendekatan HAM secara individu manusia bebas untuk memilih agama dan kepercayaannnya masing-masing, tentu saja ajaran dan peribadatan yang dilakukan oleh Lia Eden tidak terdapat pelanggaran dan hal itu dibenarkan oleh Undang-undang Dasar 1945. Akan tetapi bila dilihat dari kacamata teologi, Islam memberikan satu justifikasi yang tidak dapat diganggu gugat bahwa khotaman nabiyyin itu adalah Nabi Muhammad sebagai Rosul dan utusan terakhir.
Polemik antara ummat beragama termasuk didalamnya Islam dengan Lia Eden semakin menguat, manakala Lia Eden membuat fatwa untuk membubarkan agama Islam. Hal ini merupakan suatu fatwa hukum yang bertentangan dengan negara dikarenakan di negara Indonesia Islam merupakan salah satu agama yang di akui oleh Pemerintah.
Demikian penulis dalam mengantarkan sebuah pengantar, mudah-mudahan dapat dimengerti oleh semua fihak.
                            Cirebon,      Juli 2012

                            Penulis

I

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................................I
DAFTAR ISI................................................................................................................. II
BAB I         PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH............................................................ i
B.    RUMUSAN MASALAH .....................................................................viii
C.    TUJUAN PENULISAN .......................................................................viii
D.    MANFAAT PENULISAN.....................................................................viii
BAB II        BIOGRAFI SINGKAT LIA EDEN
A.    BIOGRAFI LIA EDEN....................................................................................1
B.    PENGAKUAN BERTEMU MALAIKAT JIBRIL................................................12
BAB II    I    ROSULULLOH SEBAGAI KHATAMAN NABIYYIN
A.    PENGERTIAN KHATAMAN NABIYYIN..........................................................5
B.    MULTI TAFSIR KHATAMAN NABIYYIN........................................................6
BAB IV    SISTIM PERIBADATAN LIA EDEN
A.    KOMUNITAS LIA EDEN MIRIP DENGAN SEKTE...........................................9
B.    IMAM MAHDI MENURUT AJARAN ISLAM................................................10
BAB V    LIA EDEN DALAM PERSFEKTIF TEOLOGI
A.    PENGEMBARAAN MENCARI KEBENARAN................................................12
B.    TIADA TUHAN SELAIN ALLAH MUHAMMAD UTUSAN ALLAH..................13
BAB VI    PENUTUP
A.    KESIMPULAN ...................................................................................14
B.    SARAN-SARAN..................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................III








II







BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Hidup di alam dunia memang tidak ada yang mutlak dan kebenaran tidak bisa bersifat tunggal, semuanya masih relatif dan kebenaran itu masih bersifat nisbi, kita mengenal teori evolusi Charles Darwin, yang  mempunyai hipotesis bahwa manusia berasal dari kera, dikarenakan ada kemiripan antara manusia dengan kera.
Teori evolusi ini dipelopori oleh seorang ahli zoologi bernama Charles Robert Darwin (1809-1882). Dalam teorinya ia mengatakan : "Suatu benda (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak sempurna menuju kepada kesempurnaan". Kemudian ia memperluas teorinya ini hingga sampai kepada asal-usul manusia. Menurutnya manusia sekarang ini adalah hasil yang paling sempurna dari perkembangan tersebut secara teratur oleh hukum-hukum mekanik seperti halnya tumbuhan dan hewan. Kemudian lahirlah suatu ajaran(pengertian) bahwa manusia yang ada sekarang ini merupakan hasil evolusi dari kera-kera besar (manusia kera berjalan tegak) selama bertahun-tahun dan telah mencapai bentuk yang paling sempurna.Tetapi dalam hal ini Darwin sendiri kebingungan karena ada beberapa jenis tumbuhan yang tidak mengalami evolusi dan tetap dalam keadaan seperti semula. Walaupun pernyataan Darwin dalam bukunya yang berjudul "The Origin of Species" dapat dikatakan sukses besar karena membahas masalah yang menyangkut asal usul manusia, namun hal ini hanyalah bersifat dugaan belaka.




Tentu saja teori dari Charles Darwin itu di tolak oleh Ummat Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, tentang surat al-Baqarah,2:30, yaitu :

i
                     •         

30.  Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Tafsir
Allah Ta'ala memberitahukan ihwal pemberian karunia kepada Bani Adam dan penghormatan kepada mereka dengan membicarakan mereka di al-Mala'ul A'la, sebelum mereka diadakan.
Maka Allah berfirman :
"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat."
Maksudnya, hai Muhammad, ceritakanlah hal itu kepada kaummu.
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi."
Yakni, suatu kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, "Dialah yang menjadikankamu sebagai khalifah-khalifah di bumi." (Faathir ayat 39)

Itulah penafsiran khalifah yang benar, bukan pendapat orang yang mengatakan bahwa Adam merupakan khalifah Allah di bumi dengan berdalihkan firman Allah, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi."

Abdur Razaq, dari Muammar, dan dari Qatadah berkata berkaitan dengan firman Allah,
"Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi orang yang akan membuat kerusakan padanya." Seolah-olah Allah memberitahukan kepada para malaikat bahwa apabila di bumi ada makhluk, maka mereka akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana. Perkataan malaikat ini bukanlah sebagai bantahan kepada Allah sebagaimana diduga orang, karena malaikat disifati Allah sebagai makhluk yang tidak dapat menanyakan apa pun yang tidak diizinkan-Nya.

Ibnu Juraij berkata bahwa sesungguhnya para malaikat itu berkata menurut apa yang telah diberitahukan Allah kepadanya ihwal keadaan penciptaan Adam. Maka malaikat berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya?" Ibnu Jarir berkata, "Sebagian ulama mengatakan, 'Sesungguhnya malaikat mengatakan hal seperti itu, karena Allah mengizinkan mereka untuk bertanya ihwal hal itu setelah diberitahukan kepada mereka bahwa khalifah itu terdiri atas keturunan Adam. Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan padanya?"
ii
Sesungguhnya mereka bermaksud mengatakan bahwa di antara keturunan Adam itu ada yang melakukan kerusakan. Pertanyaan itu bersifat meminta informasi dan mencari tahu ihwal hikmah. Maka Allah berfirman sebagai jawaban atas mereka, "Allah berfirman,
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"
yakni Aku mengetahui kemaslahatan yang baik dalam penciptaan spesies yang suka melakukan kerusakan seperti yang kamu sebutkan, dan kemaslahatan itu tidak kamu ketahui, karena Aku akan menjadikan diantara mereka para nabi, rasul, orang-orang saleh, dan para wali. 

    Akan tetapi walau pun dibantah melalui kitab suci al-Qur’an bahwa manusia pertama adalah Adam dan diciptakan dari tanah sebagaimana firman Allah dalam surat al-Hijir,15:26 yang berbunyi :
       • 

26.  Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Dalam Qur’an surat Ar-Rahman,55 : 14, berbunyi
     

14.  Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,


Kemudian dalam surat Shaad,38:71-72 yang berbunyi :
         
         

71.  (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan 
       menciptakan manusia dari tanah".
72.  Maka apabila Telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh
       (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".




iii



    Tetap saja rupanya, karena ilmu pengetahuan Alam dengan sub mata pelajaran Biologi diajarkan diseluruh dunia, diantaranya tentang teori evolusi Charles Darwin, sedangkan mata pelaran PAI tentang manusia diciptakan dari tanah dan manusia pertama adalah Adam AS, hanya diajarkan untuk ummat Islam di sekolah, di madrasah, di majlis ta’lim, di mesjid artinya bersifat  parsial dan sektarian, maka dunia akademisi lebih mempopulerkan hypotesa charles Darwin daripada kebenaran mutlak dari kitab suci termasuk didalamnya al-Qur’an.

    Lalu bagaimanakah dengan Lia Eden, sekalipun sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan, namun wahyu, ajaran dan peribadatan Lia eden sampai sekarang masih tetap lestari, hal ini merupakan suatu pekerjaan bagi bangsa Indonesia dan ummat Islam pada khususnya dikarenakan komunitas Lia Eden pun mendapatkan pembelaan dari Forum Murtadin di Indonesia, yang mencoba menetralisir pola gerakan dan peran Lia Eden dengan tujuan menolak segala bentuk arabisasi demi tegaknya Indonesia yang berbhineka tunggal ika.

Inilah diantaranya pembelaan yang dilakukan oleh Forum Murtadin Indonesia yang saya ambil dari blogger mereka :

LIA EDEN    MUHAMMAD
Lia Aminuddin atau lebih dikenal sebagai Lia Eden (lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 21 Agustus 1947) adalah pemimpin kelompok kepercayaan bernama Kaum Eden yang kontroversial. Ibunya bernama Zainab, dan bapaknya bernama Abdul Ghaffar Gustaman, seorang pedagang dan pengkhotbah Islam aliran Muhammadiyah. Pada umur 19 tahun, Lia menikah dengan Aminuddin Day, seorang dosen di Universitas Indonesia dan dikaruniai empat orang anak.



Pada awalnya dia adalah seorang ibu rumah tangga yang menempuh pendidikan hanya sampai jenjang SMA dan sebelumnya mempunyai profesi sebagai perangkai bunga bahkan pernah mempunyai acara tampilan khusus mengenai merangkai bunga di TVRI.



Menurut Lia, peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu dia melihat sebuah bola bercahaya kuning berputar di udara dan lenyap sewaktu baru saja ada di atas kepalanya. Hal ini terjadi sewaktu dia sedang bersantai dengan kakak mertuanya di serambi rumahnya di Senin pada 1974.


Menurutnya lagi, peristiwa ajaib kedua yang telah megubah prinsip hidupnya berlaku pada malam 27 Oktober 1995 kala dia sedang sholat. Pada masa itu, dia telah merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda yang mengaku dirinya sebagai Jibril pada waktu itu. Setelah itu Lia Eden mengaku dia menerima bimbingan Malaikat Jibril secara terus menerus sejak 1997 hingga kini.


Selama dalam proses pembimbingan itu, ia mengatakan bahwa Malaikat Jibril menyucikan dan mendidik Lia Eden melalui ujian-ujian sehari-hari yang sangat berat, termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat atas perintah Jibril. Proses penyucian itu menurut ia sangat berat dan tak pernah berhenti hingga kemudian Tuhan memberinya nama Lia Eden sebagai pengganti namanya yang lama.

Di dalam penyuciannya, ia mengatakan bahwa Tuhan menyatakan Lia Eden sebagai pasangan Jibril sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci sebelumnya. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Tuhan sebagai sosok surgawi-Nya di dunia.



Selain menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril, dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit. Dia juga telah mengarang lagu, syair dan juga buku sebanyak 232 halaman berjudul, "Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir" yang ditulis dalam waktu 29 hari.


Pada 1998, Lia menyebut dirinya Imam Mahdi yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Selain itu, dia juga memanggil dirinya Bunda Maria, ibu dari Yesus Kristus. Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah Yesus Kristus.



Agama yang dibawa oleh Lia ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut pada awal diajarkannya. Penganut agama ini terdiri dari para pakar budaya, golongan cendekiawan, artis musik, drama dan juga pelajar. Mereka semua dibaptis sebagai pengikut agama Salamullah. Karena Lia merupakan seorang penulis dan pendakwah yang handal, maka ia bisa meyakinkan orang mengenai kebenaran dakwahnya.








Pada bulan Desember 1997, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah ini karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan kebenaran mengenai ajaran Islam. Kumpulan ini lalu membalas balik dengan mengeluarkan "Undang-undang Jibril" (Gabriel's edict) yang mengutuk MUI karena menganggap MUI berlaku tidak adil dan telah menghakimi mereka dengan sewenang-wenang.



Kumpulan Salamullah ini juga terkenal karena serangannya terhadap kepercayaan masyarakat Jawa, mengenai mitos Nyi Roro Kidul yang didewakan sebagai Ratu Laut Selatan. Pada tahun 2000, agama Salamullah ini diresmikan oleh pengikut-pengikutnya sebagai sebuah agama baru. Agama Salamullah mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir tetapi juga mempercayai bahwa pembawa kepercayaan yang lain seperti Buddha Gautama, Yesus Kristus, dan Kwan Im, dewi pembawa rahmat yang disembah orang Tionghoa, akan muncul kembali di dunia.



Sejak 2003, kumpulan Salamullah ini memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar adanya. Kumpulan yang diketuai Lia Eden ini kini dikenal sebagai Kaum Eden.
    Kotham atau yang lebih dikenal dengan Muhammad (lahir di Mekah, pada 20 April atau 29 Agustus, 570) adalah pemimpin kelompok kepercayaan bernama Islam yang kontroversial. Ibunya bernama Aminah, dan bapaknya bernama Abdullah, seorang Kuncen Kabah (penjaga kabah) yang mendapatkan penghidupan dari orang2 yang menyembah patung2 di Kabah Mekah. Pada umur 25 tahun, Muhammad menikah dengan Khadijah, seorang janda yang merupakan pengusaha wanita terkaya di Mekah.


Pada awalnya dia adalah seorang pemuda miskin yang tak punya apa2. Yang kemudian bekerja sebagai pembantu di bisnis Khadijah. Kehidupan Muhammad berubah setelah sang majikan mengangkat dirinya sebagai suami.

iv


Menurut Muhammad, peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu ia mengaku ada dua orang berpakaian putih datang padanya dengan baskom emas penuh salju, kemudian membelah tubuhnya dan mengambil gumpalan hitam lalu mencuci jantung dan tubuhnya dengan salju.

Menurutnya lagi, peristiwa ajaib yang sangat berpengaruh dalam merubah prinsip hidupnya berlaku di suatu malam dibulan Ramadhan ditahun 610 kala dia sedang bersemedi di Gua Hira. Pada masa itu, dia mengaku bertemu dengan makluk gaib, yang kemudian menginjak dadanya hinggak sesak sebanyak tiga kali. Karena begitu takutnya, Muhammad lari kerumah dan menemui istri serta Waraqah, saudara sepupunya. Waraqahlah yang kemudian mengatakan bahwa makluk gaib itu adalah Malaikat Jibril.

Selama dalam proses pembimbingan itu, ia mengatakan bahwa Malaikat Jibril menyucikan dan mendidik Muhammad melalui ujian-ujian sehari-hari yang sangat berat, termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat atas perintah Jibril. Proses penyucian itu menurut ia sangat berat dan tak pernah berhenti hingga kemudian Allah memberinya gelar sebagai utusan dan rasul Allah.

Di dalam penyuciannya, ia mengatakan bahwa Allah menyatakan Muhammad sebagai Nabi sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci sebelumnya. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Allah sebagai pembimbing manusia dan para jin ke jalan yang benar.
v

Selain menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril, dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan mujizat. Dia juga telah mengarang buku yang merupakan versi Arab dari beberapa kitab seperti Taurat, dan Injil Nestorian. Buku ini kemudian disebut dengan Al Quran, diselesaikan dalam kurun waktu kurang lebih 20 tahun.


Muhammad juga menyebut dirinya Nabi terakhir yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk menjadi suri teladan dan rahmat bagi semesta alam. Selain itu, dia juga menganggap nabi2 Yahudi seperti Musa, Idris dan Yusuf, sebagai saudaranya. Muhammad juga mengatakan Yesus Kristus adalah hakim yang akan mengadili manusia pada saat kiamat nanti.


Agama yang dibawa oleh Muhammad ini hanya berhasil mendapat kurang lebih 70 penganut selama 13 tahun pada awal diajarkannya di Mekah. Penganut agama ini terdiri dari para budak, golongan rendahan, yang menggantungkan hidupnya pada kekayaan Muhammad. Karena Muhammad merupakan seorang pendakwah yang handal, maka ia bisa meyakinkan orang mengenai kebenaran dakwahnya.



vi



Kaum penyembah berhala di Mekah telah melarang dan mengucilkan para pengikut Rasulullah ini karena ajarannya dianggap telah mencela dan menghina kepercayaan masyarakat Mekah. Bahkan agama Rasulullah ini mengajarkan untuk membenci ayah, ibu dan saudara2 mereka sendiri jika mereka belum mengikuti Islam. Kumpulan ini kemudian hijrah ke Medinah, lalu membalas balik dengan merampoki para pedagang Mekah yang telah melarang perkumpulan ini.



Pengikut Rasulullah ini juga terkenal karena serangannya terhadap kepercayaan Nasrani, mengenai peristiwa kematian dan penyaliban Yesus Kristus, serta konsep ketuhanan yang ada pada diri Yesus. Kumpulan Perampok yang bermarkas di Medinah ini semakin lama semakin besar setelah sukses dalam beberapa perampokan, baik terhadap para pedagang Mekah, ataupun perampokan terhadap masyarakat Yahudi Medinah. Setelah berhasil merampok dan menguasai tanah Arab, kelompok ini melebarkan sayapnya untuk menguasai negara2 tetangganya seperti Iran, Mesir dan Turki.


Sejak itu, pengikut Rasulullah memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah salah, dan hanya Islamlah satu2nya agama yang diakui Allah, oleh karenanya siapapun yang tak mau mengakui agama ini harus diperangi. Kepercayaan yang dibawa Muhammad ini kini dikenal sebagai Islam.

vii
    Bagi saya pribadi, dan Insya Allah Ummat Islam khususnya di Indonesia tidak setuju dengan tulisan berupa pembelaan dari forum murtadin Indonesia, dikarenakan utusan Allah yang terakhir kalinya sebagai nabi penutup tiada lain dan hanya satu-satunya yaitu Nabi/Rosul Muhammad SAW. Namun rupanya seperti Ahmad Musaddeq yang mengaku dirinya sebagai seorang Nabi, wacana tentang Nabi masih dapat diperdebatkan dikarenakan khataman nabiyyin menurut faham Ahmad Musaddeq dan juga Ahmadiyyah bukan penutup para nabi akan tetapi dapat diartikan cincin para nabi.
   
    Agar lebih detail mengupas tentang Lia eden, saya akan mencoba menjelaskan sebagaimana muslim pada umumnya melalui makalah dengan judul “Lia Eden dalam  Persfektif Teologi”mulai dari biografi, ajaran dan peribadatan Lia eden kemudian bantahan-bantahan dari penulis tentang kenabian Lia Eden.


B.    RUMUSAN MASALAH
Adapun perumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.    Siapakah Lia eden itu?
2.    Bagaiamana pengertian khataman nabiyyin itu ?
3.    Bagaimana faham dan peribadatan Lia Eden ?
4.    Bagaiamana Lia Eden dalam Persfektif Teologi ?

C.    TUJUAN PENULISAN
Sedangkan tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.    Mengenal biografi singkat Lia Eden
2.    Mencoba menelusuri  pengertian khataman nabiyyin
3.    Mengetahui faham dan peribadatan Lia Eden.
4.    Mengetahui tinjauan Lia Eden dalam persfektif Teologi

D.    MANFA’AT PENULISAN
Dan manfaat dalam penulisan makalah ini, yaitu :
1.    Dapat mempelajari biografi singkat Lia Eden
2.    Dapat mengetahui pengertian khataman nabiyyin
3.    Dapat memeahami faham dan peribadatan Lia eden
4.    Dapat memahami tinjauan Lia Eden dalam Persfektif Teologi



viii

BAB II

BIOGRAFI SINGKAT LIA EDEN
   
A.    BIOGRAFI LIA EDEN
Sedikit sekali literatur tentang riwayat hidup Lia Eden, bila Rosululloh kita mengetahui riwayat hidupnya semenjak bayi hingga wafat, maka Lia Aminuddin (baca; Lia Eden) dikenal oleh masyarakat secara luas setelah ia dewasa. Ada perbedaan jenis kelamin antara Rosul yang diutus oleh Rosul sejak zaman nabi Adam sampai dengan khataman Nabiyyin Muhammad SAW dengan Lia Eden yang berjenis kelamin Perempuan. Dan hal ini sebagaimana kita ketahui mufassirin menjelaskan sebagaimana bunyi firman Allah dalam al-Qur’an, surat al-anbiyya,21:7, yaitu :

               

7.  Kami tiada mengutus Rasul Rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada Mengetahui.


Di dalam tafsir Al-Jami” li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurtubi dijelaskan bahwa firman Allah SWT, “Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu, melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka“, sebagai jawaban atas argumentasi para orang kafir yang meragukan kenabian Muhammad SAW. Mereka mencemooh bahwa Muhammad SAW itu sama saja dengan manusia biasa. Tidak ada kelebihan apapun, sehingga tidak perlu diikuti ajarannya.
Maka Allah SWT turunkan ayat ini yang membandingkan antara nabi Muhammad SAW dengan para nabi terdahulu. Di mana para nabi terdahulu itu sama saja dengan beliau SAW, sama-sama manusia biasa. Hanya saja mereka mendapatkan wahyu dari Allah SWT.
Disebutkan ”beberapa laki-laki” untuk menunjukkan bahwa para nabi terdahulu tidak lain juga manusia, sebagaimana Muhammad SAW juga manusia. Tapi yang membedakan, para nabi terdahulu dan juga Muhammad SAW mendapatkan wahyu dari Allah. Ayat ini menegaskan bahwa nabi itu bukan malaikat, karena disebutkan dengan kata ”laki-laki, yang menunjukkan bahwa mereka adalah dari jenis manusia.
1


Firman-Nya: Fas”alu ahlaz-zikri (tanyakan kepada ahli zikri). Apabila para orang kafir itu masih belum bisa menerima argumentasi ini, silahkan saja mereka bertanya kepada ahluz zikri. Sufyan menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan ahlaz-zikri adalahpara ahli Taurat dan Injil yang telah beriman kepada nabi Muhammad SAW (sudah masuk Islam).
Disebut mereka itu ahluz-zikri (makna zikr adalah mengingat), karena mereka paham dan mengerti betul kisah para nabi terdahulu yang belum dikenal oleh bangsa Arab. Dan para kafir Quraisy memang terbiasa bertanya kepada ahli Taurat dan Injil tentang nab-nabi terdahulu. Di sini Allah menegaskan kembali untuk bertanya kepada mereka bila belum tahu.
Sedangkan untuk informasi Lia Eden kami peroleh data dari wikipedia bahasa Indonesai secara singkat biografinya adalah sebagai berikut :
Lia Aminuddin atau lebih dikenal sebagai Lia Eden (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 21 Agustus 1947; umur 64 tahun) adalah pemimpin kelompok kepercayaan bernama Kaum Eden. Ibunya bernama Zainab, dan bapaknya bernama Abdul Ghaffar Gustaman, seorang pedagang dan pengkhutbah Islam aliran Muhammadiyah. Pada umur 19 tahun, Lia menikah dengan Aminuddin Day, seorang dosen di Universitas Indonesia dan dikaruniai empat orang anak.
Pada awalnya dia adalah seorang ibu rumah tangga yang menempuh pendidikan hanya sampai jenjang SMA dan sebelumnya mempunyai profesi sebagai perangkai bunga bahkan pernah mempunyai acara tampilan khusus mengenai merangkai bunga di TVRI.
B.    Pengakuan Bertemu dengan Malaikat Jibril
Menurut Lia, peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu dia melihat sebuah bola bercahaya kuning berputar di udara dan lenyap sewaktu baru saja ada di atas kepalanya. Hal ini terjadi sewaktu dia sedang bersama dengan kakak mertuanya di serambi rumahnya di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada 1974.
Menurutnya lagi, peristiwa ajaib kedua yang telah mengubah prinsip hidupnya berlaku pada malam 27 Oktober 1995 kala dia sedang bersantai. Pada masa itu, dia telah merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda yang kemudian mengaku dirinya sebagai Jibril pada waktu itu. Setelah itu Lia Eden mengaku dia menerima bimbingan Malaikat Jibril secara terus menerus sejak 1997 hingga kini.
2
Selama dalam proses pembimbingan itu, ia mengatakan bahwa Malaikat Jibril menyucikan dan mendidik Lia Eden melalui ujian-ujian sehari-hari yang sangat berat, termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat atas perintah Jibril. Proses penyucian itu menurut ia sangat berat dan tak pernah berhenti hingga kemudian Tuhan memberinya nama Lia Eden sebagai pengganti namanya yang lama.
Di dalam penyuciannya, ia mengatakan bahwa Tuhan menyatakan Lia Eden sebagai pasangan Jibril sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Tuhan sebagai sosok surgawi-Nya di dunia.
Bila kita amati dari pengakuan Lia Eden  tentang menerima wahyu, tentu hal ini merupakan pengakuan yang bersifat kontroversial, dan marilah kita bahas tentang wahyu ini, tentu saja dalam persfektif Islam.
Wahyu adalah petunjuk dari Allah yang diturunkan hanya kepada para nabi dan rasul.
Etimologi
Etimologinya berasal dari kata kerja bahasa Arab وَحَى (waḥā) yang berarti memberi wangsit, mengungkap, atau memberi inspirasi.
Dalam agama Islam
Dalam syariat Islam, wahyu adalah qalam atau pengetahuan dari Allah, yang diturunkan kepada seluruh makhluk-Nya dengan perantara malaikat ataupun secara langsung. Kata "wahyu" adalah kata benda, dan bentuk kata kerjanya adalah awha-yuhi, arti kata wahyu adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat.
Selanjutnya dijelaskan lebih dalam bahwa pengertian makna wahyu meluas menjadi beberapa makna, diantaranya adalah sebagai:
•    Perintah
•    Isyarat, seperti yang terjadi pada kisah Zakaria
          •    
           

10.  Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah Aku suatu tanda". Tuhan berfirman: "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat".
3
11.  Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
•    Ilham secara kodrati dan insting
Ustad Muhammad Abduh mendefinisikan wahyu di dalam Risalah at-Tauhid adalah pengetahuan yang didapat oleh seseorang dari dalam dirinya dengan disertai keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah melalui perantara ataupun tidak.
Penerima wahyu
•    Malaikat[1]
•    Nabi dan rasul[2]
•    Orang-orang beriman:
o    Hawa istri Adam
o    Sarah istri Ibrahim
o    Dzul Qarnain[3]
o    Yukabad ibunda Musa,[4] pendapat lain mengatakan namanya adalah Yuhanaz Bilzal.[5]
o    Asiyah ibunda angkat Musa
o    Maryam ibunda dari Isa[6]
o    Pengikut Isa[7]
•    Makhluk lainnya:
o    Hewan[8]
o    Langit ketujuh[9]
o    Bumi[10]
Dari pengertian di atas, kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa wahyu hanya diberikan kepada Nabi/Rosul, orang-orang beriman dan makhluk lainnya. Sedangkan untuk Lia Eden al-Qur’an tidak memberikan informasikan secara tertulis bahwa Lia Eden akan mendapatkan wahyu kenabian dan mendapat tugas sebagai seorang Rasul.
    Di zaman yang sudah rasional, dengan adanya pengakuan seperti Lia Eden, tidak seharusnya terjadi, mengingat presentasi penggunaan akal antara zaman sekarang dengan zaman purba jelas berbeda, bila zaman paleolithicum (zaman batu tua), mesolithicum (zaman pertengahan) dan neolithicum (zaman batu muda) saat itu manusia membutuhkan nuansa spiritual sehingga muncul kepercayaan animisme dan dinamisme, yang menuhankan roh nenek moyong dan benda-benda yang dianggap keramat. Maka diutuslah Nabi/Rosul sebagai penyelamat aqidah dan tauhid kaum pada waktu itu. Namun bila zaman millenium sekarang ini muncul maka kehidupan manusia dalam mode sudah modern tapi dalam keyakinan mlebihi manusia purba kebodohonnya.

4
BAB III

ROSULULLOH SEBAGAI KHOTAMAN NABIYYIN

A.    PENGERTIAN KHOTAMAN NABIYYIN
Pengakuan Lia Eden bahwa ia telah menerima wahyu, lantas kemudian ia mengaku sebagai seorang Nabi/Rosul tentu saja menimbulkan polemik  dalam persfektif hukum positif di Indonesia, dikarenakan penutup para Nabi/Rosul adalah Nabi Muhamad tidak ada lagi sesudahnya. Maka tak heran bila penyelesaian ajaran Lia Eden ditempuh dengan jalur hukum.
Baiklah agar kita dapat meyakini bahwa Nabi Muhammad sebagai Rosul yang terakhir di utus oleh Allah SWT dan lantas kemudian timbul silang pendapat dan ada pendapat berbeda dengan fenomena munculnya berbagai Nabi palsu, kita bahas secara komprehensif.
Saya mencoba mendalami literatur dari Ahmadiyah, dari beberapa blogger tentang khataman nabiyyin menurut pemahaman atau pun keyakinan mereka, ternyata ada pemahaman keilmuan yang keliru pengertian dari khataman nabiyyin itu, sehingga menimbulkan sebuah komunitas baru dengan kelompok keagamaan yang mengklaim bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi bukan pembawa syaria’at, Imam Mahdi sebagai pertanda akhir zaman, dengan kitab suci Tadzkirah.
Namun perlu di ingat dalam makalah ini saya bukan menelaah tentang Ahmadiyah, akan tetapi Lia Eden yang mempunyai persfektif yang sama dikarenakan di abad modern sekarang ini masih ada saja muncul nabi-nabi baru.
Menurut versi Ahmadiyah berawal dari turunnya Q.S. al-ahzab,33:40, yaitu :
•           •       

40.  Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

[1223]  Maksudnya: nabi Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, Karena itu janda aZaid dapat dikawini oleh Rasulullah s.a.w.

Asbab an-Nuzul dari Q.S. al-ahzab,33:40 merupakan sebuah koreksi dari Allah SWT terhadap kebiasaan kaum kuffar Quraisy kala itu, yang mempunyai tradisi secara turun temurun bahwa anak tiri atau anak angkat statusnya seperti anak sendiri. Adanya justifikasi dari Allah SWT yang menghalalkan pernikahan yang dilakukan oleh Rosululloh dengan hadrat Siti Zainab janda dari Zaid, merupakan sebuah kemulyaan dari ajaran Islam, bahwasannya Islam memandang pernikahan itu bukan dari asfek biologis semata yang terpenting tersalurkannya kepuasan Sex masing-masing pasangan.

5


Akan tetapi dari sudut pandang teologi bahwa pernikahan itu merupakan ikatan perkawinan yang syah dari syari’at Islam untuk melakukan hubungan sosial kemasyarakatan, sehingga kedudukan wanita itu dapat lebih terhormat dan ada yang menlindungi selaku khalifah dalam kehidupan berumah tangga.

B.    MULTI TAFSIR KHATAMAN NABIYYIN
    Namun yang  menjadi masalah dari ayat di atas untuk pemahaman mengenai pernikahan Rosululloh dengan hadrat Siti Zainab antara ummat Islam dan Ummat ahmadiyah terjadi kesepakatan, tetapi untuk bunyi khataman nabiyyin terjadi multi tafsir, menurut klaim dari Ahmadiyah bahwa khataman nabiyyin itu artinya “cincin/stempel kenabian” dan memang Muhammad adalah Nabi/Rosul syari’at yang terakhir sebagai penutup para Rosul. Sedangkan nabi yang ma’rifat masih terus akan bermunculan sampai akhir zaman untuk melanjutkan risalah kenabian yang telah disampaikan oleh Muhammad sebagai Rosul yang terakhir.
Sabda Nabi Muhammad saw. kepada Hadhrat Umar r.a. :

اِطْمَئِنَّ يَاعُمَرَ فَاِنَّكَ خَاتَمُ الْمُهَاجِرِيْنَ فىِ الْهِجْرَةِ كَمَااَنَا خَتَمُ النَّبِيِّيْنَ فىِ النُّبُوَّةِ.
Artinya:
“Tenangkanlah hatimu wahai Umar, sesungguhnya engkau adalah khatam orang-orang yang berhijrah, sebagaimana aku adalah khatam nabi-nabi”. (Kanzul Umal, Juz VI, halaman 178).
Sabda Nabi saw. kepada Ali r.a. :
اَنَا خَاتَمُ اْلاَنْبِيَاءِ وَاَنْتَ يَاعَلِيُّ خَاتَمُ اْلاَوْلِيَاءِ.
Artinya:
“Aku adalah khatam nabi-nabi dan engkau wahai Ali khatam wali-wali” (Tafsir Safi dibawah ayat khataman nabiyyin)

Perkataan khatam juga berarti cincin. Cincin adalah perhiasan bagi para nabi-nabi. Di sini kita salinkan pendapat ahli tafsir tentang perkataan khatam tadi itu:
) – ص صَارَكَالْخَاتَمِ لَهُمُ الَّذِى يَخْتِمُوْنَ بِهِ ويَتَـزَيَّنُوْنَ بِكَوْنِهِ مِنْهُمْ. (تقسير فتح البيان, جلد

Artinya:
“Adalah ia (Nabi Muhammad saw.) itu seperti cincin bagi mereka (para nabi-nabi), dan mereka berperhiasan dengannya, karena beliau salah seorang dari golongan mereka”(Tafsir Fathul Bayaan, jilid VII, halaman 286).
6

اَلْخَاتَمُ بِمَعْنىَ الزِّيْنَةِ مَأْخُوْذٌ مِنَ الْخَاتَمِ الَّذِى هُوَزِيْنَةٌ لِلاَبِسِهِ.
(مجمع البحار)

Artinya :
“Khatam berarti perhiasan berasal dari khatam (cincin) yang menjadi perhiasan bagi pemakainya”.
    Dari sudut pandang kajian filsafat kebenaran yang terdapat di alam dunia ini memang tidak lah mutlak dan tidak lah bersifat tunggal, akan tetapi relatif dan transenden, hal ini memang wajar, apalagi dilindungi oleh Hak Asasi Manusia dan UU 1945 yang membolehkan adanya kebebasan untuk menyatakan pendapat yang tercantum dalam pasal 27 ayat  1 dan 2, dan Allah SWT sendiri menciptakan lawan,  siang malam, pagi sore dan seterusnya. Hal yang wajar menurut anggapan ahmadiyah, atau pun mungkin pula bagi pengikut Ahmad Musaddeq dan juga Lia Eden menurut pengikutnya yang merasa membutuhkan figur ditengah kegalauan zaman kemudian menjadi pengikut setia komunitas sesat yang menurut anggapan mereka menjadi juru penyelamat di muka bumi. Ditambah lagi dengan adanya penafsiran dari Ahmadiyah bahwa jika Ibrahim putra Rosululloh tidak wafat hasil pernikahan Rosul dengan Maria Qibtiyah lantas Rosul bersabda bahwa jika usia nya panjang akan menjadi nabi yang benar pada hal Q.S. al-ahzab,33:40 diturunkan lima tahun sebelumya, berarti ada peluang setelah Rosul wafat untuk menjadi seorang “nabi”. Sungguh merupakan anggapan yang keliru.
1. Umayyah bin Abi Salt dalam Kitab Diwan hal 24 menulis mengenai Khaataman nabiyin : “Dengannya (Rasulullah saw) telah dicap/stempel para nabi sebelum maupun sesudahnya”.
2. Abu Ubaidah (wafat 209 H) ketika mengomentari Khair Al Khawatim dalam Naqa’id ibn Jarir dan Faradzaq tentang rasulullah saw sebagai khaataman nabiyyin : “Nabi saw adalah Khaatam al Anbiya, yaitu sebaik-baik para nabi”.
3. Abu Riyash Ahmad Ibrahim Al Qaisi (wafat 339 H) dalam mengomentari kitab Hasyimiyyat karangan Al Kumait berkata : “Barang siapa mengatakan Khaatim al anbiya, maka ia adalah dengannya para nabi di cap/stempel, dan barang siapa yg mengatakan Khaatam al anbiya, maka ia adalah sebaik-baik para nabi. Dikatakan” Fulan khaatam kaumnya”, yakni ia adalah terbaik dari antara mereka”.
4. Allamah Al Zarqani menulis dlm Syarah Al Mawahib Al Laduniyah Juz III, hal 163, bahwa jika khatam dibaca dengan baris di atas ta sebagaimana tersebut dlm Al Qur’an (al ahzab 40), maka artinya : “sebaik-baik para nabi dlm hal kejadian dan dalam hal akhlak”.
7
5. Imam Mulla Ali al Qari menulis dlm kitabnya Al Maudhu’at hal.59 tentang Khaatam Al Nabiyyin : “Tidak akan datang lagi sembarang nabi yg akan memansukhkan agama Islam dan yg bukan dari umat beliau”.
6. Syekh Abdul Qadir Al Jaelani r.a. dalam Kitab ” Al Insanul Kamil” cetakan Mesir, bab 33, hal 76 menulis : “Kenabian yg mengandung sya’riat baru sudah putus. Nabi Muhammad adalah “Khaataman nabiyyin”, ialah karena beliau telah membawa syari’at yg sudah sempurna dan tiada ada seorang Nabi pun dahulunya yg membawa syariat yg begitu sempurna”.
7. Ibnu Khuldun telah menulis dalam mukadimah tarikh-nya hal 271 : “Bahwa ulama-ulama Tasawuf mengartikan “Khaataman Nabiyyin” begini; yakni Nabi yg sudah mendapat kenabian yg sempurna dalam segala hal”.
8. Syekh Abdul Qadir Al Karostistani r.a. menulis : ” Adanya beliau saw Khaataman nabiyyin maknanya ialah sesudah beliau tidak akan ada nabi diutus dengan membawa syariat lain”. (Taqribul Muram, jld 2, hal 233). Hal ini sebagaimana ditulis dalam blogger Jamluddin Feeli .
    Dari pendapat di atas dapat diambil sebuah kesimpulan, bahwa Rosululloh sebetulnya oleh pengikut ahmadiyah sendiri di akui sebagai Rosul yang terakhir hanya menurut anggapan mereka disepakati dalam hal syari’at, maka fenomena munculnya Lia Eden dan Ahmad Musaddeq itu adalah sebuah kebenaran yang harus pula diakui oleh ummat Islam diantaranya. Pertanyaannya adakah nabi ma’rifat? Dikarenakan Mirza Gulam Ahmad juga mempunyai kitab suci yaitu tadzkirah, dan Lia Eden sendiri dengan duduk disinggasananya kerajaannya mengaku menerima wahyu dari Tuhan atas perantara Malaikat Jibril dan membentuk sebuh kelompok ritual terbaru yaitu Salamullah. Jadi bukan untuk melanjutkan tugas kenabian Rosululloh seperti yang diperankan oleh Khulafaur Rasyidin, Tabiat tabi’in, waliyullah dan para alim ulama, anehnya malah mempunyai fatwa untuk membubarkan agama Islam.
    Firaun Mesir sekalipun selaku Raja, hanya mampu mengusir dan membenci Nabiyullah Musa As dari tanah Mesir, tapi tetap mempunyai rasa takut akan kebenaran agama yang diemban risalahnya oleh Nabiyullah Musa As. Lia Eden malah lebih berani dengan fatwa nya yang jelas menyinggung perasaan ummat Islam.

8
   


BAB IV

SISTIM PERIBADATAN LIA EDEN

A.    KOMUNITAS LIA EDEN MIRIP DENGAN SEKTE

    Tak jelas, sistim peribadatan Lia Eden itu, hanya yang kita ketahui, semacam upacara ritual keagamaan seakan-akan atas perintah Tuhan mereka, sebagai salah satu cara penghambaan manusia terhadap al-Khaliq. Dalam ajaran Islam ibadah dibagi dua mahdloh dan ghoiru mahdloh, ada sistem muamalah dan ada pula sistem syari’ah, ada urusan keduniaan dan ada pula urusan ke akhiratan. Bila urusan keduniaan “antum a’lamu bi umuriddunyakum” sedangkan untuk urusan akhirat harus “Atiulloha wa Athiurrosula” sehingga kita mesti “Sami’na wa ato’na”.
    Sedangkan untuk Lia Eden mirip sebuah sekte. Dalam Religion in Secular Society, Bryan R Wilson menuturkan bahwa sekte terepresentasikan dalam strata partikular, yang mana para anggota kelompoknya merasa tidak diakomodasi secara keagamaan dan barangkali secara sosial .  Menurut wilson, ada empat ciri umum dari kemunculan sekte dalam setiap tradisi agama. Pertama, dari segi ajaran, biasanya berbeda dari doktrin agama yang telah disepakati. Kedua, mereka biasanya memiliki pemimpin-pemimpin karismatik yang menuntut ketaatan mutlak. Ketiga, memiliki kecenderungan untuk merasa lebih benar dari kelompok lain. Keempat, ”terpanggil” untuk menyelamatkan dunia. Keyakinan mereka, bahwa dengan kelompoknya itu, kehidupan manusia akan selamat (Wilson, 1996: 181-182).
Meski secara religius anggota sekte adalah kelompok luar, dalam mengikuti kesetiaan terhadap pemimpinnya mereka berupaya mencapai level meticulous conformity dengan nilai dan praktik. Karena sifatnya elastis menurt Wilson perkembangan sekte bersifat variatif (Wilson, 1996: 196-197).  Dan untuk Lia Eden walaupun menurut anggapan mereka bukanlah sekte, akan tetapi secara normatif dapat diukur sistem peribadatan mereka mirip sebuah sekte dengan tipologi introvesionis, manipulasionis dan thaumaturgical.
Disebut introversionis, karena kelompok mereka berkelompok dan membentuk ghetto sehingga terkesan tertutup dengan lingkungan luar. Sementara disebut manipulasionis karena gerakannya sudah tidak lagi berakar pada tradisi agama tertentu, bahkan boleh dibilang jauh dan bukan lagi tafsir dari suatu tradisi agama. Model thaumaturgical bisa dinisbatkan kepada mereka, sebab kelompok Lia Eden merupakan dari gerakan pemahaman keagamaan bersifat spiritual. Itulah kelompok Lia Eden sebagaimana pemahaman sekte menurut Wilson di atas.
Sudah tahu salah mengapa tetap diikuti, anekdot seperti itu seakan-akan menyindir perasaan kita selaku masyarakat gemenschaaft, yaitu masyarakat agraris yang masih menyelesaikan persoalan-persoalan kekinian diselesaikan dengan pola pemikiran rasional dan irrasional, disekitar masyarakat kita lebih percaya petuah mbah Dukun keramat untuk mengusir roh jahat yang ada dalam perut si anak dari pada ke Dokter untuk mengobati penyakit lambung. Ironis tapi itu lah fakta. Aneh tapi nyata.

9
B.    IMAM MAHDI MENURUT AJARAN ISLAM

    Hasil riset doktoral Marzani Anwar (Peneliti Utama Bidang Agama dan Kemasyarakatan pada Balai Litbang Agama Jakarta) terhadap ritual penyucian komunitas Eden, riset kualitatif yang mengangkat judul “Ritual penyucian pada Komunitas Eden”mengatakan dalam proses penyucian, calon peserta menyadari sendiri banyak dosa kepada manusia, alam semesta dan kepada Tuhan. Mereka melakukan pengakuan dosa dituntun Abdul Rahman selaku Imam Mahdi, menyebutkan dosa-dosanya dan berjanji tidak melakukan dosa lagi. Diahadapan majelis penyucian, mereka duduk bersila di atas altar putih diruangan penyucian, yang ditaburi hiasan pernak-pernik melambangkan keindahan dan kebersihan . Selesai peserta mengucap sumpah, Lia Eden memberikan pesan moral yang isinya berkisar pentingnya pertaubatan, kepasrahan dan keikhlasan meniti jalan Tuhan.
    Prosesi pertaubatan di atas bila kita kembali mengingat bagaimana Umar Ibnu Khatab masuk Islam setelah mendengar lantunan ayat suci al-Qur’an yang dibacakan oleh adiknya Waraqah, Umar pun langsung tersayat hatinya, dituntun oleh Rosululloh dan dihadapan para sahabat Rosul, Umar pun membaiat dirinya mengucapkan dua kalimah syahadat, kemudian dengan penuh keberanian di Pasar dengan lantang ia meneriakkan untuk membela Rosululloh dan panji-panji Islam.
    Tidak ada Imam Mahdi, dikarenakan Imam Mahdi yang dalam hadits shoheh adalah Nabi Isa yang melanjutkan risalah Rosul juga tidak mengklaim mengikuti komunitas Eden atau pengikut Salamullah. Kalau Lia Eden menugaskan Abdul Rahman sebagai Nabi Isa, kemudian Ahmadiyah mempunyai keyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi. Apa Allah keliru dalam mengutus risalah kenabian Isa pada akhir zaman, sehingga ada beberapa nama Imam mahdi, sebaiknya perlu kita kritisi bersama-sama.
    Kemudian dalam Islam sahabat Rosul kala itu belum terdidik, berbeda dengan komunitas Eden, ada yang berfrofesi sebagai dosen, wirausaha, PNS dan sebagainya, jelas mereka merupakan masyarakat terdidik yang seharusnya dalam amal ibadah pun mereka sudah tidak meragukan lagi kerasulan Nabi Muhammad SAW bahkan kita selaku muslim tetap meyakini bahwa sholat kita mengikuti perintah Rosul dan sesungguhnya sholatku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Allah, karena kita menyakini betul bahwa Allah SWT yang dapat menyelamatkan hidup kita diakhirat kelak.
Do'a Iftitah

Do'a Iftitah 01

أللَّ‍هُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

Alloh Maha Besar dengan segala kebesarannya. Segala puji bagi Alloh. Maha Suci Alloh dipagi dan petang hari
(HR. An-Nasa'iy II/125)

10
Do'a Iftitah 02

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ.

Kuhadapkan jiwa ragaku pada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan mengakui kebenaran serta berserah diri, dan tidaklah aku termasuk golongan orang-orang yang musyrik
إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ،
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Alloh Tuhan semesta alam
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ.
tiada sekutu bagiNya karena dengan itu aku diperintah. Dan ketahuilah sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim
رواه والبيهقى
( الأذكار ص42 )
(HR. Al-Baihaqy II/8)
lihat kitab Al-Adzkaar An-Nawawy halaman 42

    Dengan demikian kita mempunyai keyakinan لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ.kita sebagai muslim berserah diri, pasrah dan tunduk kepada perintah Allah SWT dan kita pun siap untuk ta’at atas perintah yang Allah berikan kepada kita. Tiada sekutu bagi-Nya, tidak sesuatu pun yang dapat menyamainya.
                •  

1.  Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2.  Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3.  Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4.  Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

    Ketaatan kita selaku muslim tidak hanya kepada Allah SWT saja tetapi mutlak pula secara ihkhlas kita harus meyakini dan mengamalkan untuk ta’at kepada Rosul Allah Muhammad SAW.
                              

59.  Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.


11

BAB V

LIA EDEN DALAM PERSFEKTIF TEOLOGI

A.    PENGEMBARAAN MENCARI KEBENARAN HAKIKI
    Jika kita ingat kontemplasi yang dilakukan oleh Rosululloh di Gua Hira, adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh Muhammad untuk dapat mencari solusi dari persoalan zaman jahiliyyah yang terkungkung oleh kemusyrikan dan kemaksiatan yang sudah berakar dan sangat sulit untuk disembuhkan keyakinannnya, karena sudah mentradisi secara turun temurun. Demikian pula apa yang dilakukan oleh Ahmad Musaddeq dan Lia Eden, jahiliyyah di abad millenium ini sudah sangat mengkhawatirkan sehingga suku-suku Inca dan Aztex di Amerika pun meramalkan dalam kalender kuno nya bahwa tahun 2012 ini akan kiamat.
Kalau zaman Rosul bila suatu kaum musyrik kepada Allah, oleh Allah SWT langsung dimusnahkan agar mereka meyakini bahwa لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah, akan tetapi dengan penuh kasih sayang walaupun sudah ditawarkan oleh Malaikat Jibril, dengan penuh kearifan Nabi Muhammad SAW menolak untuk diturunkan adzab kepada ummat nya. Ia menganggap dikarenakan kaum kuffar Quraisy pada waktu itu dikarenakan belum faham Agama Islam.
Dan kalau kita feed back perjalanan Nabi Ibrahim, saat mencari Tuhan yang abadi, namun semuanya fatamorgana dan kamuflase belaka, baik itu gunung, bulan maupun matahari, karena timbul tenggelam dan fana. Maka dibalik itu semua ada yang menciptakan dari suat Dzat yang bersifat kekal, Dia lah Allah SWT. Allah SWT adalah suatu Dzat yang wajib kita sembah, suatu Dzat yang wajib kita patuhi dan jauhi segala rintangannya.
    Ada beberapa ayat al-Qur’an yang menjelaskan kepada kita menyembah Allah SWT dan kepada Rosul-Nya. Diantaranya, Q.S. an-Nahl:36.
    •         •    •             

36.  Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[826] itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya[826]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).


12


ما أرسلنا إليكم من الرسالة. ويعني بقوله( المُبِينُ) : الذي يبين عن معناه لمن أبلغه، ويفهمه من أرسل إليه.
القول في تأويل قوله تعالى : { وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلالَةُ فَسِيرُوا فِي الأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ (36) }
Apa yang kita mengirimkan pesan. Ini berarti mengatakan (ditampilkan), yang menunjukkan sarana bagi mereka yang mengatakan kepada dia, lalu mengirimkan dia untuk mengerti.
Katakanlah dalam menafsirkan ayat: Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Dari ayat di atas kita pelajari bahwasannya Rosul itu di utus oleh Allah untuk menyembah kepada Allah dan menjauhi thagut, Hal ini berarti sebagaimana dalam tafsir Ath-Thobari bahwa Allah berpesan kepada kita semua maksudnya jangan sampai terpedaya oleh tipu muslihat syetan.
B.    TIADA TUHAN SELAIN ALLAH MUHAMMAD UTUSAN ALLAH
    Syetan akan selalu menggoda manusia sampai akhir kiamat, jangankan ketika kita tersadar, pada saat sedang tidur, syetan sengaja menginformasikan kabar buruk dalam mimpi-mimpi ketika kita terlelap tidur, begitu pula dengan Lia Eden, ia mengaku bahwasannya Jibril suka menyampaikan wahyu kepadanya untuk diamalkan kepada komunitasnya, bila ia mempunyai keyakinan tersendiri dan keluar dari agama Islam jelas hukum nya murtad, karena sudah tidak mengakui lagi agama tauhid yang hanya mengakui Allah itu satu, tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah SWT.
    Allah SWT memang disifati kata wahid antara lain dalam firmannya :
          
163.  Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
    Sementara ulama berpendapat bahwa kata wahid pada ayat al-Baqarah itu, menunjuk kepada keesaan Dzat-Nya disertai dengan keragaman sifat-sifat-Nya, bukankah Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kuat, Maha Tahu dan sebagainya, sedang kata Ahad seperti dalam surah yang ditafsirkan ini, mengacu kepada keesaan Dzat-Nya saja, tanpa memperhatikan keragaman sifat-sifat tersebut.
    Allah SWT itu Esa, tidak ada Tuhan selain Allah, maka dengan demikian apabila Lia Eden mau bertobat dan kembali memeluk agama Tauhid yaitu agama Islam, maka pintu surga masih terbuka untuk Lia Eden dan pengikutnya.

13
BAB VI

PENUTUP


C.    KESIMPULAN

1.    Lia Eden bukan lah Nabi/Rosul dikarenakan Nabi/Rosul terakhir adalah Muhammad
2.    Khotaman Nabiyyin artinya cincin/stempel kenabian dan Nabi Muhammad sebagai Rosul penutup, setelah Nabi Muhammad tidak ada lagi Nabi/Rosul
3.    Ajaran Lia Eden adalah sesat, untuk itu setuju dengan tindakan hukum Pemerintah Republik Indonesia terhadap Lia Eden
4.    Meminta kepada para alim ulama, untuk dapat menyadarkan Lia Eden dan komunitas nya agar kembali ajaran yang benar sesuai dengan agama samawi yang di anut sebelumnya.
5.    Nabi Isa atau al-Masih, atau Imam Mahdi oleh Allah SWT belum diturunkan ke alam dunia untuk meneruskan risalah Nabi Muhammad
6.    Lia Eden bukanlah agama akan tetapi semacam aliran kepercayaan atau pun termasuk ke dalam sekte hal ini berarti, Lia Eden dan pengikutnya jangan mengatasnamakan agama akan tetapi bagian dari kepercayaan nenek moyang bangsa Indonesia yang berfahamkan polytheisme, animisme dan dinamisme, yang mempercayai roh halus sebagai kekuatan gaib yang dapat dijadikan kepercayaan ritualisme dan sinkretisme oleh sekelompok orang termasuk didalamnya Lia Eden dan pengikutnya.

D.    SARAN-SARAN
1.    Kepada Pemerintah Indonesia meminta tindakan hukum yang tegas dan tuntas terhadap orang/penganut faham Nabi palsu.
2.    Kepada alim ulama untuk dapat memberikan pencerahan dalam berdakwah sehingga ummat memahami agama tidak berputar-putar masalah fiqih semata akan tetapi dapat memahami Tauhid, Aqidah Akhlaq, Sejarah kebudayaan Islam dan lain sebagainya agar masyarakat tertarik untuk terus-menerus mempelajari Islam.








14





DAFTAR PUSTAKA

1.Wikipedia bahasa Indonesia, Charles Darwin,”The Origin of Species, ( Britania
    Raya,John Murray,1859)
2.http://superpedia.rumahilmuindonesia.net/wiki/Tafsir_Ibnu_Katsir_Surah_Al_Baqarah
    _ayat_30
3.Asy-Syamil al-Qur’an, DEPAG RI, Distributed by : SYGMA, 2007
4.Bloggerized, Forum Murtadin Indonesia, Mantan Muslim,  2011
5.Bintang Asy-Syura's Blog, Tafsir Al-Anbiya Ayat 7, Juni 2012
6.Apologetics Index (2006). Lia treads a hazardous path from dried flower arrangement
   to Eden dari
   www.religionnewsblog.com
7.wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia Bebas, Halaman ini terakhir diubah pada
    21.34, 22 Juni 2012

8.Ahmadiyah Mieno Wuna Wngkoliwuno, 30 Oktober 2009 pada pukul 12:48
9.Al-Maktabah Asymilah, Tafsir Ath-Thobari, Bab 36, Juz 17, Hal 201
10.M.Quraisy Syhiba, Tafsir al-Misbah, Bab kelompok 1 ayat 1 hal 610, tahun 2003



















III

         MEMUNGUT PAJAK OLEH TNI
    Judul di atas se akan-akan mengandung kontroversi, dikarenakan belum ada satu pun negara di atas dunia ini yang memungut pajak oleh angkatan perang. Namun penulis mencoba menawarkan sebuah konsep pemerataan walaupun terasa janggal dan tak akan mungkin untuk dilaksanakan, karena dapat menuai protes dari kalangan pengusaha, namun jargon Tentara bersama Rakyat adalah merupakan inspirasi yang mendasari penulis untuk memungut pajak oleh TNI.
1.    Hutang negara Indonesia
Klaim bahwa angka kemiskinan semakin menurun oleh BPS, patut kita pertanyakan validitasnya, dikarenakan ada pomeo sederhana dari urang sunda,” ciri jelema benghar teh teu boga hutang, ari loba hutang namah lain ge benghar, da kulantaran  hirup di dunia wajib mayar, pas maot  dikurangan pahalana”.atau mungkin antara kita dengan Pemerintah mempunyai pemahaman yang sama seperti anekdot si Kabayan”pang na bisa hirup oge ku lantaran boga hutang, ari teu boga hutang mah geus we tong hirup”. Namun yang terjadi saat ini, adanya chaos diberbagai daerah dan ancaman disintegrasi bangsa adalah masalah tidak terjaminnya falsafah sesuai dengan amanat UUD’45 bahwa kekayaan alam Indonesia itu sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Sudah bukan rahasia umum lagi dikarenakan kita kekurangan modal dan sumber daya Indonesia, maka fihak asing dengan faham kapitalisme borjuisnya kekayaan hanya dinikmati segelintir oknum konglomerasi. Nah lho! Kapan kita dapat menikmatinya?” Yo uis sing penting urip sederhana ojo gawe masalah, nrimo bae, Tawakkal kepada Allah. Lha  sudah suratan taqdir  urip kita sengsara”, teramat bijak dan penuh keadilan nasihat dari sesepuh jowo bila kita simak. I think, that is Jabbariyah konsep, but in Qodariyah konsep we are must be energik. Itu artinya Allah SWT belum tentu ridlo kalau kemiskinan sistemik ini demikian berurat karat menimbulkan kecemburuan sosial yang teramat besar antara orang kaya dan orang miskin. Yuk mari kita percayakan pada TNI, Insya Allah amanah, kasus Gayus Tambunan merupakan bukti dari lemahnya hukum dan peradilan di Indonesia, jika TNI diberi kepercayaan untuk memungut pajak prosentasi kas pendapatan daerah dan nasional Insya Allah meningkat setiap tahunnya, dikarenakan wajib pajak dengan pendekatan pesuasif oleh TNI, pasti bayar pajak. Setelah itu sasaran pembangunan sesuai program APBN/APBD Insya Allah tepat penggunaan, mari kita hidupkan kembali TNI masuk Desa, bergotong-royong bersama rakyat untuk membangun bangsa, dan lebih penting lagi kita  hati kita merasa plong dikarenakan kita bisa mencicil untuk melunasi hutang Indonesia, asalkan transparan saja dalam pengelolaan nya.
2.    Profesionalisme TNI
Pemerintah memandang TNI belum siap untuk melangkah secara profesional, APBN belum sepenuhnya menjamin untuk dapat meningkatkan ketersediaan peralatan perang

1

dan kesejahteraan warga TNI. Ini adalah dosa terbesar yang kita miliki, betapa kita selaku rakyat benar-benar telah mendzalimi TNI. Otak dan tenaganya diperas untuk kemajuan bangsa mulai dari masa revolusi fisik, setelah merdeka angkatan sipil bersenjata alias Polisi oleh Daud Yusuf malah mereka yang diperhatikan. Bila ada yang protes selama era pemerintahan orde baru dibawah kepemimpinan Jendral bintang lima Soeharto selama 32 tahun berkuasa TNI menjadi anak emas dengan sistem militerisasi, lebih tepatnya itu bukan kesalahan TNI, tetapi dikarenakan fungsi dwifungsi ABRI bersifat politisasi melalui Golongan Karya. Artinya di era reformasi ini, militerisasi tidak akan terulang bila kesejahteraan TNI diperhatikan, dan salah satu obat mujarab agar TNI betul-betul bersifat profesional maka pajak dipungut olehTNI dan Insya Allah TNI pun lepas dari isu kudeta apalagi ada pemikiran untuk mempunyai hak untuk memilih dan dipilih dalam Pemilu dan Pemilukada.
3.    Tidak akan terjadi kecemburuan sosial antara TNI dan POLRI
Sudah menjadi rahasia umum, antara TNI dan POLRI kurang harmonis, beberapa kejadian seperti perkelahian dan penyerangan antara kedua belah fihak bila kita telusuri penyebabnya tiada lain adalah adanya kesenjangan sosial yang teramat lebar antara TNI dan POLRI. Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka ketidakharmonisan antara TNI dan POLRI belum dapat terselesaikan secara menyeluruh oleh Pemerintah.Bukan tak mungkin bila warga masyarakat yang lain sudah meningkat taraf kesejahteraan hidupnya dengan pendapatan rata-rata di atas UMR sedangkan TNI masih dibawah garis kemiskinan maka militerisasi dalam perdagangan, pelayanan jasa, pelayanan transportasi darat, laut, udara, penebangan liar, penempatan TNI dalam kepemimpinan disetiap lapisan masyarakat dan instansi kantor Pemerintah bahkan sampai dengan mayoritas jumlah pemegang jabatan eksekutif dan legislatif lambat laun namun pasti kembali akan dikuasi oleh TNI. So what gitu lho? It is a big problem, I have a alternatife solution, Tuhan dengarkanlah suara hati kecilku ini, mungkin saja ada yang mencibir my inspiration,dan menuai protes dari berbagai kalangan pro Hak Asasi Manusia dengan berbagai argumen yang sistemik mulai dari Undang-undang sampai dengan Peraturan-peratuan Pemerintah yang mengkebiri peran TNI plus pengalaman sejarah masa orde baru, itu sah-sah saja, karena di atas dunia ini, mungkin tak satu pun pajak dikelola oleh tentara. Namun Indonesia spesifik dan multi etnik, dan yang dapat memahami adat istiadat dan tradisi leluhur bangsa Indonesia itu setelah ulama yang TNI. Kesamaannya adalah bila ulama meredam benteng moralitas masyarkat dengan amar ma’ruf nahyi m mungkar , sedangkan TNI punya pendekatan keamanan dan pertahanan dengan doktrin tak boleh sejangkalpun lepas dari negara kesatuan Republik Indonesia.  Saya kira tidak salah jika TNI diperbolehkan untuk memungut Pajak.

2




wawasan madzhab pemikiran pendidikan Islam

Antara Tuhan Manusia dan Alam

Antara Tuhan Manusia dan Alam

Jumat, 24 Agustus 2012

Biru nya Laut Patimban

Biru nya Laut Patimban
Oleh : Faniz Defo
    Hari itu Nadia tak habis pikir, mengapa karangan fiksi nya masih belum dimuat dibeberapa surat kabar, padahal berbagai kiat sudah ia lakukan sebagaimana hasil ilmu yang ia peroleh dari seminar dan berbagai macam pelatihan-pelatihan. Ternyata harapan terkadang tak sesuai dengan kenyataan. Tak kenal putus asa sebetulnya Nadia, tak kenal waktu, siang, sore, bahkan sampai larut malam sekalipun ketika mood Nadia menulis apa saja, entah itu karangan fiksi maupun non fiksi, ia ikuti pula pangsa pasar. Hasilnya nol alias nihil. Inilah nasib penulis pemula, tidak dihargai oleh redaktur karena kurang bonafide, namanya kurang populer. Apalagi menghadapi persaingan dengan berbagai penulis kondang yang sudah akrab ditengah-tengah masyarakat. 
    Haruskah aku mengemis, bathin Nadia bergejolak. Menjadi profesi seorang pengemis, wow bagi Nadia perbedaannya teramat  tipis, kaum berdasi pun dengan beragam profesi semua nya juga dikenal sebagai pengemis, intinya sama, meminta-minta tanpa jerih payah dan modalnya tidak dikembalikan. Lantas kepada siapa ia harus mengemis, mulai dari redaktur Mading di kampus, koran lokal, koran regional, sampai dengan koran nasional sempat ia datangi, namun hasilnya dibuang ke tong sampah.
    Dan sore itu  bathin Nadia curhat, kembali ia menumpahkan kekesalannya kepada birunya laut Patimban, sumpah serapahpun ia keluarkan, peduli setan mau dibilang orang gila kek, sinting kek, orang stress sekalipun yang penting ia ingin berteriak, biar puas menumpahkan kekesalannya, dikarenakan walaupun ia sudah makan semangkuk baso, rujak sepiring, bahkan sampai warung nasi padang kegemarannya, tetep saja. Tulisannya tidak dimuat. “huh kesal jadinya, hatinya terasa remuk”.
    Belum lagi ejekan dari teman-temannya, semua nya merendahkan mutu tulisannya, kampungan katanya, ketinggalan zaman, klasik, and seabrek ocehan pokok e bukannya menghibur malah memojokkan kemampuannya. Letih, letih, sekali rasanya."  السلا م عليكم " tiba-tiba ada cowok yang menyapa Nadia, Nadia terperanjat, segera ia bangun dari alam mimpi kekecewaannya. Dan terjadilah percakapan menarik,"وعليكم سلام" ujar Nadia, wow kece sekali Tuhan, cowo yang kau hadirkan menjelang magrib ini! thanks God! Engkau memang adil.
He is Very handsome, I like it. “what are you doing, here? And what is your name? are you ok?” wow use English man, that is no problem, because I can speak English, but a little, “oh, I am fine” he he he Nadia bo’ong, abis ia malu, dikira gak ada yang merhatiin, gak tau nya Tuhan telah mengutus buat hatiku cowo black sweat tinggi nya ya sekira 150 meter, rambut gondrong mirip  Armand Maulana ntu tuh vokalis grup band Gigi.
 “Trus kenapa kamu, teriak-teriak kayak wong linglung, tuh lihat burung-burung juga kepakkan sayapnya tanda ketakutan”.
1
Ce ile nih cowo perhatian banget. Ku jawab sambil kututup mukaku dengan tas, muaaaalluuuuu rasanya.“ehm gak kok, gak linglung, lagi latihan drama tau! Kan bentar lagi mau pentas agustusan sekalian lebaran” lho kok aku jagi bo’ong lagi sich ma cowo punya kumis tipis, and bawa kodak.
 Kodak? Wah moto siapa tuch? Jangan, jangan, aku di photo nich ma dia, akh so ge-er segala. “tapi masa sampai teriak, are you sick man, are you crazy grils, dasar sinting siah. Nu gelo, gelo, gelo, gelooooo, kalo gak pecaya ku punya rekamannya, nih kalo pengen liat”. Lantas kamera digital  cowo imut-imut itu dikeluarkan,  اشتغفرالله العظيم semuanya terekam o wa la jelek banget. Ku tinju si badan tegap itu berkali-kali, dug dug dug, bukannya sakit! Malah ketawa. Ngakak hua ha ha ha, “sini ku gak ridlo, buang semua, kalo gak kutuntut kau kepengadilan. Karena bisa dimasukkan lewat Mail, face book, twiter, blogger or newspaper, magazine and tabloid, cepet sini! Jangan lariiiii!” si cowo hidung mancung, gigi putih, mata biru, alis tebal dan pipi ranum itu malah sengaja pengen dikejar sambil berkeliling. Saking jengkelnya kutubruk dia dan kami pun bergulingan.
 Ufs masya Allah, aku menindihnya, tapi ku berhasil merebut kamera digitalnya, gantian, aku yang dikejar, karena kamera digitalnya kubawa lari, “kamera digitalku! Hei mo dibawa kemana? Awas jangan dibawa kabur, kulaporkan kau sebagai pencuri, ku teriak nich, maling, ayo kembalikan, gue makin keras nih teriakannya. Maa.......”ok, ok I loose, but please my acting, delete ok, it is not funny. I hope you understand, I have a problem,a big problem”.Aku memelas, oh Tuhan please jadikan ia my honey ku akan setia mendampinginya kayak Romeo and Juliet, sehidup semati. Please Tuhan. Bathinku merengek. “yuk kita sholat magrib berjama’ah di Musholla dulu, nanti kita makan ikan etong bakar, kesukaanku, sambil mendengar nyanyian your problem”. Syik asyik ditraktir ma cowo ganteng Nadia tersenyum simpul.
 Kenalkan my name is Tio Pasopati, My nick name is Tio, I am from Pusakajaya, My profesi is Jurnalis, I work in kompas news paper, asli reang wong jowo, my language is dermayuan jawane jawa reang, dikit dikit ngerti basa sunda karo basa betawi, and what is your name? Where do you come from, why are you have a big problem?”mulutnya terus nyerocos, ku stop! “udah sholat dulu” dasar bawel pikirku.
اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُلاَاِلهَ اِلَّااللهُ kumandang adzan magrib telah berakhir, kami pun bergegas mengambil air wudlu, kubaca syahadat     do’a ba’da wudlu, ya Allah الحمد لله  otakku terasa plong, badan ku terasa segar, kubersujud kepada-Mu ya Robbi, aku adalah makhluq yang dloif, hambamu telah sesat karena ambisi, gelap mata karena popularitas, berilah aku hidayah agar tulisanku dapat di muat di surat kabar. Nadia bergumam dalam hatinya.
    Air matanya berlinang, dikarenakan Tio tartil dalam melafalkan al-fatihah dan surat, tuma’ninah dan khusyu dalam sholat magrib berjama’ah, ya Tio menjadi Imam sedangkan Nadia menjadi makmumnya, akankah....ia menemukan tambatan hatinya, itu tak mungkin, in Jakarta,
2
many beautifull girls, my be Tio has a wife or honey. Ku tak peduli, dalam bathinnya, syukur-syukur ku dilamarnya jadi istri pertama, kalo gak juga aku siap di madu. Biar jadi istri ke empat sekalipun, Tuhan please, jodohkanlah aku dengan Tio.
    “ayo Nadia, kita pesen tempat karo ikan etong bakar, wuih bumbunya sedap lho. Nadia durung mangan tah, mangan sing akeh, uis ojo pusing-pusing, engko ne  stress, arane urip ya pasti due masalah, sing penting kita sabar menjalaninya. Anggap saja ujian yang menimpa kita, itu datangnya dari الله itu tandanya الله sayang sama kita.”
 الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Dengan khidmatnya Tio memimpin do’a sebelum makan, kusantap makanan dan minuman yang tersaji, Tio bengong, 2 ikan etong bakar, dua sambel piring kecil, dua gelas es kelapa muda habis kusantap, hasilnya “tiuutttt” wuaduhhh muaalllunya, aku kentut. Se isi warung nisi semunya ngikik, melihat ulahku. “cuantik-cuantik kentut nya bau” kata the slankers yang lagi nongkrong di kafe.
    “Ok, please sekarang Nadia ceritakan masalahnya.” Ya aku telah bekenalan dengan nya, si handsome ini ternyata sama seperti diriku lagi ngejomblo, dah gonta-ganti pacar namun gak ada yang sreg, semuanya mata duitan. Pas di test ma ortunya ngaji, semua cewe di Jakarta pada ngacir mengambil langkah kaki seribu kagak sanggup meskipun di test pake Iqro. Ada juga yang bisa baca eh tahsin nya belepotan, Tio sendiri semprat protes sama mama hajinya (sebutan untuk ayah kandung), jawabannya klise, gak butuh keduniawian, malah Tio di ajak pulang, tambak ikan, kebon, sawah, lima alfa mart, gak ada yang ngelola, yang lainnya dah dibagi buat kakak-kakak Tio.
    “Sederhana sih, kang Tio”, usiaku 24 tahun sicikal yang manja, sedangkan Tio 27 tahun si bungsu yang dewasa banget. “Tos ratusan ngadamel artikel, cerpen, puisi sareng novel, nanging tulisan Nadia acan keneh di muat di surat kabar”. Rengekku sambil memanjakan diri, kubuka berbagai tulisan sebagai maha karyaku yang maha dahsyat. Weleh weleh muji sendiri awas lho riya, eh menurutku wajar because it is my feeling,ok.
 Lalu dengan intellegensi dan imajimasinya mirip dengan Barack Obama ketika mengedit berbagai proposal dana hibah, alis Tio ke atas, kadang mulut nya komat kamit kayak embah Dukun krajan, dipegangnya pulpen corat sana coret sini, hatiku berontak, gue kan capek, moso sa enak e dewe, tanpa ba bi bu, karya ku dicorat coret. Tiba-tiba Tio bersorak. “Horee” se isi warung kaget atas polahnya, sampai-sampai wa Polah menyemburkan air teh angetnya, “geblek” katanya, kucing pun lari terkencing-kencing. “Ini dia yang ku pilih, yes aku menemukannya, pasti ku muat, jangan kuatir dinda ku sayang, kang Tio akan memecahkan you problem, tapi ada syaratnya.” Deg plas jantungku berdegup kencang, apa? Tadi ngomong apa? Nyebut “Dinda sayang”, opo maksude, ora ngerti aku, eh malah minta syarat lagi.

3
 Duit? O wa la, kalau masalah itu, no problem Tio. Anting, gelang, cincin, rela kugadaikan asalkan tulisanku dimuat Tio. Kuberanikan diri bertanya pada kang Tio. “giliran mo di muat, malah minta syarat, apa saja syaratnya? Mo minta duit ya?” kurogoh pesakku, gak ada yang gratis di dunia ini pikirku.”eh, tunggu, tunggu, bukan duit maksudku, ehm gini, ku juga punya masalah nich, my parents said, where was again your girls Tio, I want to test read al-Qur’an again form your honey, if she good read al-Qur’an, we a gree you must be married with your girl choise.I think Nadia pasti bisa, Nadia kan alumni pondok pesantren, he he he kutemukan jodohku”. Plok plok plok se isi warung semua bertepuk tangan, hi hi hi ne Imah ngikik sampe kelihatan giginya yang udah ompong. “hei, apa-apa an ini, bilang cinta juga belum, eh gak tau nya mo dilamar, trus kalo gagal tulisanku gak dimuat, huh dasar cowo! Mana tahan, lantas Tio berdiri di atas kursi, menghadapku sambil mengucapkan kata-kata puitis. Ku terenyuh.
Oh Dindaku sayang tambatan hatiku
Sudilah kau menolong pangeranmu
Yang sedang rindu datang nya kekasih hatiku
Kan kubawa kau ke orang tua ku
Sebagai calon istri tercinta ku
    Tepuk tangan membahana se isi warung fathonah, teman sepermainan ku yang sudah punya anak tiga hasil buah cintanya dengan kosasih. Lidahku kelu, kutak mampu menjawabnya, sambil bertepuk tangan anak-anak fungky, bersorak riuah rendah, “cium, cium, cium, cium, cium, cium”. Tanganku diraih nya oleh Tio, ku lemas tak berdaya, manakala tangan ku dengan mesra nya sambil menunduk dikecup begitu mesra dan hangat sekali. Aku langsung semaput.
    Dengan disaksikan ke dua orang tua ku, dengan fasihnya ku baca  surat an-nisa 6 ayat dihadapan pengadilan tertinggi ke dua hakim calon mertuaku.  Dan kujawab 20 pertanyaan ilmu tajwid yang terdapat dalam bacaan itu,  lantas mereka menentukan hari pernikahan kami.  Kami pun mengarungi hidup berumah tangga dengan bahagia, ku tak peduli walau tulisan ku dimuat atau tidak, yang penting ku punya mas Tio. Mau tahu test nya, nich ku perlihatkan free test nya.
سورة النساء
بسم الله الرحمن الرحيم
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (1) وَآَتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا (2) وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا (3) وَآَتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا (4) وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا (5) وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آَنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا (6)
4


BIOGRAFI PENULIS :
Nama            : ASEP YUSUP ZAENI,S.Ag.
Tempat Tanggal Lahir    : Subang, 6 Desember 1971
Alamat    Rumah        : Dusun Mekarjati RT 35 RW 08 No. 53
Desa            : Pusakajaya
Kecamatan        : Pusakajaya
Kabupaten         : Subang
Provinsi            : Jawa Barat
Kode Pos        : 41255
HP            : 082129475181
Pendidikan        : Mahasiswa Pasca IAIN Syekh Nurjati Cirebon konsentrasi PAI
Pekerjaan        : guru Honorer
Status            : Menikah, anak satu laki-laki

Aktivitas menulis    : Puisi Republik Cinta (1998), puisi Kehadirat-Mu (1999), puisi Merajut 
                                              kembali kehidupan (200), cerpen Disaat-saat genting (2001), cerpen 
                                              jemari-jemari nan terampil (2002), artikel Mengatasi kemacetan lalu 
                                              lintas (2003), artikel Ilmu Laduni ada dan tiada (2005), artikel Konsep
                                              pendidikan Islami (2007), artikel Sistem Pendidikan Islam (2010).





birunya laut patimban

Minggu, 22 Juli 2012

VIEWS ISLAM ON BEHAVIORISM


VIEWS ISLAM ON BEHAVIORISM
                                                  Oleh: ASEP YUSUP ZAENI,S.Ag.
NIM : 14114310029
      A. introduction

      In education, a teacher must be able to master the methodology for the teaching program can be achieved, if a teacher is still sticking with experience in teaching is traditionally the reasons already has Wiyata bhakti decades and has been successfully educating their students achieve their goals, this is certainly not in accordance with the laws, because the Prophet received a revelation but, by God through the Angel Gabriel in the evaluation of each otentikan Ramadlan to the Koran, and even commissioned his friend to write the Koran and the Hadith to be maintained from time to time. It means that the teacher was not a preacher, a preacher when one of his sermons tasks so there is a figure of speech in a style of irony (sarcasm is fine) but the spectacle rather than guidance. Feel quite satisfied already in communicating the message to the community there is a sign of good free evaluation test, middle test and post test, or else no repeat of mid-term evaluations (mid semester) and the semester with a target on the minimal completeness criteria so that when the students get the contained in the book of education reports (report cards) feel motivated to maintain and improve its performance from semester to the semester until graduation.
PANDANGAN ISLAM TENTANG BEHAVIORISME
A.    Pengantar
Dalam dunia pendidikan, seorang guru harus dapat menguasai metodologi agar program pengajaran  dapat tercapai, jika seorang guru masih bertahan dengan pengalaman dalam mengajar secara tradisonal dengan alasan sudah memiliki wiyata bhakti puluhan tahun dan telah berhasil mendidik anak didik meraih cita-cita, tentu lah hal ini tidak sesuai dengan sunnatullah, dikarenakan Rosul selain menerima wahyu, oleh Allah melalui Malaikat Jibril di evaluasi setiap Ramadlan ke otentikan al-Qur’an, bahkan menugaskan para sahabat untuk menulis al-Qur’an dan Hadits agar terpelihara dari masa ke masa. Artinya bahwa guru itu bukan da’i, bila da’i salah satu tugas nya tabligh sehingga ada sebuah majas dengan gaya bahasa ironi (sindiran secara halus) bukan tuntunan akan tetapi tontonan. Merasa cukup puas telah menyampaikan risalah kepada ummat tanda ada evaluasi baik free test, middle test dan post test atau pun juga tanpa ada evaluasi baik ulangan tengah semester (mid semester) dan ulangan semester dengan target di atas kriteria ketuntasan minimal sehingga ketika peserta didik mendapatkan nilai yang terdapat dalam buku laporan pendidikan (raport) merasa terpacu untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi nya dari semester ke semester sampai dengan lulus.

      In a world with a rating scale infotaintmen largest advertising and doubled profit is not a problem, which becomes a problem when a preacher's performance have started to decline peminatnhya, then sought other alternatives, while a teacher must master the three pillars, namely, reading, teaching and writing ! Provision to achieve the three pillars that are biased by self-taught actually achieved, as mufassirin, muhadditsin, and fuqoha has produced the greatest works of all time, but now this phase of the decline of Islam, Muslims who had been asleep too long should be encouraged by education level for most do not want to make the paper as to which is assigned by teachers and lecturers.

Dalam dunia infotaintmen dengan skala rating iklan terbanyak dan meraih keuntungan berlipat bukan sebuah masalah, yang menjadi masalah saat performa da’I itu sudah mulai menurun peminatnhya, maka dicarilah alternative lain, sedangkan seorang guru harus menguasai tiga pilar, yaitu ; membaca, mengajar dan menulis! Bekal untuk mencapai ke tiga pilar itu secara otodidak sebetulnya bias saja diraih, seperti mufassirin, muhadditsin, dan fuqoha telah menghasilkan karya terbesar sepanjang masa, namun fase kemunduran Islam sekarang ini, ummat Islam yang telah lama ter tidur pulas mesti didorong dengan jenjang pendidikan agar paling tidak mau membuat makalah sebagai mana yang ditugaskan oleh guru maupun dosen. 
B.    Suitability of learning theory Behavioristic da Islam

Behavioristic learning theory is a theory coined by Gage and Berliner about changes in behavior as a result of experience.
This theory is then developed into a psychological effect on the flow direction of the development of theory and practice of education and learning, known as flow Behavioristic. This emphasis on the formation of the flow behavior appears to be a result of learning.
Behavioristic theory with stimulus-response relationship mode, put the learner as a passive individual. Response or a specific behavior by using the method of training or conditioning alone. The emergence of certain behaviors by using the method of training or conditioning alone. The emergence of the more powerful perlaku when given reinforcement and will disappear when subjected to punishment.






B.    Kesesuaian Islam dan teori belajar Behavioristik
Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
Teori behavioristik dengan mode hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perlaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
     Learning is the result of the interaction between stimulus and response (Slavin, 2000: 143). A person is considered to have learned something if he can show changes in behavior. According to this theory in learning what is important is that a stimulus input and out put in the form of response. Stimulus is what the teacher to students, whereas the response in the form of a reaction or response to the stimulus that the learner is given by the teacher. Gives priority to the measurement theory, because the measurement is an important thing to see happen or whether the changes in behavior. Another factor considered important by the flow factor Behavioristic is strengthening (reinforcement). If the reinforcement is added (positive reinforcement), the response will be stronger. Similarly, if the response is reduced / eliminated (negative reinforcement), the response is also getting stronger.

Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000: 143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan out put yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada peserta didik, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah factor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat.

As an example in the learning process, when the teacher assigned to understand, memorize and learn the translation and interpretation of the letter al-Ikhlas then forbade his students to go to a quack for achievement, then teachers are certainly not going to the Shaman to gain wealth.
Allah SWT says in the Qur'an:
Sebagai sebuah contoh dalam proses pembelajaran, ketika guru menugaskan untuk memahami, menghafal dan mempelajari terjemah serta tafsir surat al-Ikhlas kemudian melarang siswa nya untuk pergi ke Dukun agar meraih prestasi, maka guru pun tentu jangan pergi ke Dukun untuk meraih kekayaan.

Firman Allah SWT dalam al-Qur’an :
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
meaning:
"And (remember) when Luqman said to his son, when he gave a lesson to him," O my son! Do not be to Allah, allying the real (God) is a great kedzliman ". (Luqman, 31: 13).

Artinya :
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya,  ketika dia memberikan pelajaran kepadanya,”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah kedzliman yang besar”. (Luqman, 31 : 13).
C.    Types of Flow Behavioristic

Behavioristic flow figures include Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, and Skinner. The following will discuss the work - the work of leaders and Behavioristic flow analysis and its role in learning.


C.    Macam-macam Aliran Behavioristik
Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull,Edwin Guthrie, dan Skinner. Berikut ini akan dibahas karya – karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembalajaran.

Learning Theory According to Thorndike

According to Thorndike, learning is a process of interaction between stimulus and response. Stimulus is what stimulates the learning activities such as thoughts, feelings, or anything else that can be captured through sensing devices. While the response is a reaction that is raised when the students learn, which can also be thought, feeling, or movement / action. So the change in behavior due to learning can be either concrete, which can be observed, or concrete that is not observable. Although behaviorism is prioritizing the flow measurements, but can not explain how to measure behavior that can not be observed. Thorndike's theory is also called the theory of connectionism (Slavin, 200).



Teori Belajar Menurut Thorndike
Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin,200).
There are three major laws of learning by Thorndike namely (1) the legal effect, (2) the law practice, and (3) law of readiness (Bell, Gredler, 1991). The third law explains how certain things can amplify the response.

About changes in behavior due to learning activities, especially the intangible concrete can be observed, Islam explains the science of hadith according to its understanding; tasydid halqi bil, bil ikraru oral wal, wal arkanu arkan bil, meaning the science without charity would be futile, because not enough only with reasonable intelligence and emotional intelligence alone but also the more important is the evidence.

Allah SWT says in the Qur'an:

Ada tiga hukum belajar yang utama menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.
Tentang perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar berwujud konkrit terutama yang dapat diamati, Islam menjelaskan dalam ilmu hadits sesuai dengan pengertiannya; tasydid bil halqi, wal ikraru bil lisan, wal arkanu bil arkan, maksudnya ilmu tanpa amal akan sia-sia belaka, karena tidak cukup hanya dengan kecerdasan akal dan kecerdasan emosional semata akan tetapi juga yang lebih penting adalah bukti nyata.
Firman Allah SWT dalam al-Qur’an :

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُون
It means: "And if thou ask them: Who sends down rain from the sky and turn on the water the earth after its death? They will certainly say: Allah. Say: Praise be to Allah, but most of them do not understand it ". (al-Ankabut, 29:69).

Artinya : “Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya? Tentu mereka akan menjawab: Allah. Katakanlah: Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak memahaminya”. (al-Ankabut,29:69).
Learning Theory According to Watson

Watson defines learning as a process of interaction between stimulus and response, but the stimulus and the response in question must be observed (observable) and can be measured. So even though he acknowledged the existence of mental changes in a person during the learning process, but he regarded it as a factor that does not need to be taken into account because it can not be observed. Watson is a pure behaviorist, because his study of learning comparable to other sciences such as physics or biology are highly oriented towards empirical experience alone, that is the extent to which it can be observed and measured.

Understanding one's own religious classification is as follows: muqollid, muttabi and mujtahid. That certainly can be observed and measured, for example, if a lot of people praying with intent tarawih get basic food rations it means Islam abangan / munafiqin, then a Muslim to carry out the pillars of Islam and Iman with perfect harmony under the guidance of the Qur'an and the Sunnah of Prophet ustdz taught by one of those believers, then when we come to know through the work of monumental books of classic and contemporary thinkers such as Ibn Maskawaih, Ibn Sina, Imam Shafii, Imam Maliki and so obviously they can be measured as the Mujtahid of Paradise.

Allah SWT says in the Qur'an:

Teori Belajar Menurut Watson
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperti Fisika atau biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.
Pemahaman keagamaan yang dimiliki oleh seseorang klasifikasinya adalah sebagai berikut : muqollid, muttabi dan mujtahid. Hal itu tentu saja dapat diamati dan diukur, contohnya jika banyak orang melaksanakan sholat tarawih dengan maksud mendapat jatah sembako itu berarti Islam abangan/munafiqin, kemudian seorang muslim yang melaksanakan rukun Islam dan rukun Iman dengan sempurna berdasarkan tuntunan al-Qur’an dan Sunnah rosul yang diajarkan oleh ustdz termasuk golongan mukminin kemudian bila kita mengenal lewat karya monumental kitab-kitab klasik dan pemikir kontemporer seperti Ibnu Maskawaih, Ibnu sina, Imam Syafi’i, Imam maliki dan lain sebagainya jelas mereka dapat kita ukur sebagai ahli surga kelompok Mujtahid.
Firman Allah SWT dalam al-Qur’an :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (2) الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (4)
It means: "Verily those who believe it is that when they called the name of Allah, bergetarlah their hearts, and when read to them His verses, increaseth their faith (therefore) and to his Lord their sole trust. (Namely) those who establish prayer and spend out party of Rizki that we provide to them. Those are the people who believe in good faith. They will get some elevation on the side of his Lord, and forgiveness, and good luck (blessing) is noble ". (Al-Anfal,8:2-4).

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabbnya mereka bertawakkal. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebahagian dari Rizki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rizki (nikmat) yang mulia”. (Al-Anfal,8:2-4).


According to Clark Hull Learning Theory

Clark Hull also uses a variable relationship between stimulus and response to explain the sense of learning. But strongly influenced by Charles Darwin's theory of evolution. For Hull, as it was the theory of evolution, all the functions of behavior is beneficial especially to keep the organism to survive. Therefore, Hull said the biological needs (drive) and the satisfaction of biological needs (drive reduction) is important and occupies a central position in all human activities, so the stimulus (stimulus impulse) in the study were almost always associated with a biological necessity, although the response will appear may be able to tangible things. Reinforcement of behavior are also included in this theory, but also associated with biological conditions (Bell, Gredler, 1991).
In the view of Islam, the struggle for life (to survive) or in the economic outlook there is a need of primary, secondary, tertiary and luxury, is directed to worship listed in the Qur’an letter

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162)     لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (163)

Translation: Say: "Verily my prayers, devotions, my life and my death are for Allah, Lord of the universe style. No partner unto Him and so that was commanded, and I was the first to surrender (to God) ". (Al-An `,6:162-163).

Artinya : Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta ala. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (Al-An’am,6:162-163).
According to Edwin Guthrie Learning Theory

Guthrie learned that the main principle is the law kontiguiti. Ie the combined stimuli with a movement, at that time will likely arise again followed by the same movement (Bell, Gredler, 1991). Guthrie also uses veriable stimulus and response relationship to explain the process of learning. Learning occurs because the last movement is performed while changing the stimulus situation there is no other response that may occur. Reinforcement learning outcomes as opposed to just protect the new road to avoid losing them to prevent the acquisition of new responses. The relationship between stimulus and response is temporary, because the learning activities of students need as much as possible given the stimulus and the response is temporary, because the learning activities students need frequent preserta given stimulus (punishment) plays an important role in the learning process. Disciplinary action taken at the right time will be able to change one's behavior.
The main suggestion of this theory is that the teacher should be able to associate a stimulus response appropriately. Learners should be guided to do what must be learned. In managing the classroom teacher should not give the task that may be overlooked by the children (Bell, Gredler, 1991).

Regarding the obligation of students to be able to carry out tasks assigned by the teacher of Islam teaches us:
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا (110)
Meaning: Say (Muhammad), "Behold, I am just a human like you, who have received a revelation, that the Lord is God Almighty." If anyone mengaharap encounter with God then let him work righteousness and let not him allying with any thing in the worship of his Lord.

According to Skinner's Learning Theory

According to Skinner the relationship between stimulus and response that occurs through interaction with its environment, which then cause changes in behavior, it is not as simple as that put forward by the previous figures. According to the response received by a person not that simple, because the stimuli provided will interact and the interaction between the stimulus that will affect the resulting response. The response provided does have consequences. Consequences that will affect this konsuekensi menculnya behavior (Slavin, 2000). Therefore, in understanding a person's behavior should correctly understand the relationship between one stimulus to another, and understand concepts that might be raised and the consequences that might arise from such a response. Skinner also noted that by using mental changes as a tool to explain the behavior will only add to the complexity of the problem. For each of the tools used to explain again, and so on.
About human relationships Allah says

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَاب
It means: "And among mankind is he who worshiped gods other than Allah as a rival, who they love as God loves. As for those who believe very much love to God. Had those who do evil had but see, when they see the Penalty (on the day), that power belongs to God and all that Allah is severe punishment of him (they would regret it). "(Al-Baqarah, 2:165).


Artinya : “Dan diantara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya itu milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal)”.(Al-Baqarah,2:165)
conclusion

1.Theory of learning in Islam known akhlaqul Behavioristic Karimah
2. According to Thorndike, learning is a process of interaction between stimulus and
    response. So the change in behavior due to learning can be either concrete, which can
    be observed, or concrete that is not observable. prioritizes the flow measurement 
    behaviorism.
3. Watson defines learning as a process of interaction between stimulus and response, but
    the stimulus and the response in question must be observed (observable) and can be 
    measured.
4. Clark Hull also uses a variable relationship between stimulus and response to explain
    the sense of learning. But strongly influenced by Charles Darwin's theory of evolution.
    For Hull, as it was the theory of evolution, all the functions of behavior is beneficial
    especially to keep the organism to survive
5. Guthrie learned that the main principle is the law kontiguiti. Ie the combined stimuli
    with a movement, at that time will likely arise again followed by the same movement
6. According to Skinner the relationship between stimulus and response that occurs
    through interaction with its environment, which then cause changes in behavior, it is
    not as simple as that put forward by the previous figures. According to the response
    received by a person not that simple, because the stimuli provided will interact and the
    interaction between the stimulus that will affect the resulting response. The response 
    provided does have consequences.

Kesimpulan

1.    Teori belajar behavioristik dalam Islam dikenal akhlaqul Karimah
2.    Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu tidak dapat diamati.  aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran.
3.    Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur.
4.    Clark Hull juga menggunakan variable hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti hal nya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup
5.    Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama
6.    Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana itu yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan memengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi.

exercise:
A. How to learn the law by Thorrndike?
2. What does the study by Watson?
3. What does the study by Clark Hull?
4. What is the law kontiguiti according to Guthrie?
5. How the relationship between stimulus and response according to Skinner?


Latihan:
1.    Ada berapa hukum belajar menurut Thorrndike?
2.    Apa arti belajar menurut Watson?
3.    Apa arti belajar menurut Clark Hull?
4.    Apa yang dimaksud hukum kontiguiti menurut Guthrie?
5.    Bagaimana hubungan antara Stimulus dan Respon menurut Skinner?
answer:
1. There are three major laws of learning by Thorndike namely (1) the legal effect, (2)
     legal practice and (3) law of readiness (Bell, Gredler, 1991). The third law explains 
     how certain things can amplify the response.
2. Watson defines learning as a process of interaction between stimulus and response, but
     the stimulus and the response in question must be observed (observable) and can be
     measured.
3. Clark Hull also uses a variable relationship between stimulus and response to explain
    the sense of learning. But strongly influenced by Charles Darwin's theory of evolution
    For Hull, as it was the theory of evolution, all the functions of behavior is beneficial 
    especially to keep the organism to survive
4. Ie the combined stimuli with a movement, at that time will likely arise again followed
    by the same movement
5. According to Skinner the relationship between stimulus and response that occurs
    through interaction with its environment, which then cause changes in behavior, it is
    not as simple as that put forward by the previous figures. According to the response
    received by a person not that simple, because the stimuli provided will interact and the
    interaction between the stimulus that will affect the resulting response. The response
    provided does have consequences.

Jawaban :
1.    Ada tiga hukum belajar yang utama menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2)
hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.
2.    Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur.
3.    Clark Hull juga menggunakan variable hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti hal nya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup
4.    Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama
5.    Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana itu yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan memengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi.